Beranda METRO PD Pembangunan Dibiarkan Beroperasi Walau Terus Merugi

PD Pembangunan Dibiarkan Beroperasi Walau Terus Merugi

BERBAGI
Rapat Pansus LKPj Walikota Medan tahun anggaran 2017 di ruang Banggar, lantai II gedung DPRD Kota Medan, Senin (16/04/2018). (akses.co/din
Rapat Pansus LKPj Walikota Medan tahun anggaran 2017 di ruang Banggar, lantai II gedung DPRD Kota Medan, Senin (16/04/2018). (akses.co/din

akses.co – Kondisi Perusahaan Daerah (PD) Pembangunan Kota Medan memprihatinkan. Meski terus merugi, namun tetap saja beroperasi. Bagaimana Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kota (Pemko) Kota Medan yang mengelola Kebun Binatang Medan ini akan memperoleh keuntungan, sementara hutang yang lama belum selesai.

Hal ini dikatakan anggota Panitia Khusus (Pansus) Zulkarnain Yusuf Nasution pada rapat Pansus pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Walikota Medan tahun anggaran 2017 di ruang ruang Badan Anggaran (Banggar) lantai II gedung dewan Jalan Kapten Maulana Lubis Medan, Senin (16/4).

“Sampai kapan kebun binatang bisa menghasilkan. Apa jalan keluar supaya perusahaan itu dapat menghasilkan.
Melalui rapat Pansus LKPj Walikota Medan tahun 2017 ini, kita mengharapkan ada solusinya,” papar Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga Sekretaris Komisi A DPRD Medan ini.

Anggota Pansus LKPj lainnya, Beston Sinaga mengungkapkan Pemko Medan harus serius menyikapi kondisi PD Pembangunan yang selalu “ngos-ngosan” soal pengembangan mengelola Kebun Binatang Medan (KBM) lebih baik. Pemko Medan diminta berani memberikan penyertaan modal besar guna memajukan sarana rekreasi dan konservasi itu.

“Kalau tidak ada upaya Pemko Medan memajukannya, bagus dijual saja. Soalnya sejak tahun 2015 hingga saat ini kondisi KBM tetap merugi. Apa tidak ada niat Pemko memajukannya. ,” paparnya.

Menanggapi masalah ini Direktur Utama (Dirut) PD Pembangunan Putrama Alkairi mengungkapkan kerugian yang dialami PD Pembangunan sudah berjalan selama puluhan tahun yang lalu.

“Sapapun yang diangkat menjadi Dirutnya baik itu profesor sekalipun kondisi PD Pembangunan tidak akan berubah, terbukti sudah berpuluh tahun kondisi PD Pembangunan kota Medan tetap seperti ini juga, berarti ada yang salah disini,” paparnya.

Namun, Purnama mengaku siap untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur PD Pembangunan Kota Medan jika sampai tahun 2019 tidak ada perubahan terhadap Kebun Bidang selaku lembaga konservasi tersebut.

“Sejak tahun 2012 sampai tahun 2017 pihaknya sudah mengajukan penyertaan modal untuk melakukan perbaikan infrastruktur sarana dan prasarana kebun binatang. Untuk tahun ini Rp 10 miliar saja dulu sudah cukup, dengan uang itu nanti akan dibangun pulau pulau seperti pulau monyet, kemudian dibangun taman-taman bunga dan lainnya, sebab kalau membangun kandang,” paparnya. (din)

Comments

Komentar