Beranda LIFESTYLE Pakkat, Si Pahit yang Lezat

Pakkat, Si Pahit yang Lezat

BERBAGI
Penjual pakkat. (int)
Penjual pakkat. (int)

akses.co – Salah satu keunikan bulan Ramadan adalah munculnya berbagai kuliner khas di pasaran. Salah satu panganan yang paling banyak diincar masyarakat untuk berbuka puasa adalah pakkat.

Pakkat adalah makanan khas Tapanuli Selatan/Mandailing yang banyak dijual saat bulan Ramadan. Pakkat yang merupakan makanan yang berasal pucuk rotan mempunyai rasa yang unik, yaitu rasa pahit tapi tidak menimbulkan bau mulut, seperti halnya saat makan pete, dan jengkol. Biasanya pakkat sangat cocok dijadikan sebagai lalapan saat makan.

Pakkat yang merupakan makanan yang disajikan dengan cara dibakar terlebih dahulu mempunyai banyak manfaat. Khususnya bagi orang yang berpuasa. Untuk bisa dijadikan sebagai lalapan, pakkat terlebih dahulu di bakar selama 15 menit sampai bagian luarnya menghitam. Kemudian di kupas untuk mengambil isinya yang berwarna putih.

Rahmad Siregar salah satu penjual pakkat musiman di jalan Letda Sujono mengatakan bahwa salah satu manfaat pakkat yaitu memberikan rasa puas saat makan setelah puasa seharian. “Saat bulan puasa selera makan orang banyak, kalau udah makan pakkat rasanya kita akan puas,” kata Rahmad Siregar.

Menurut Rahmad pakkat yang dijualnya tidak mempunyai kelebihan dengan penjual pakkat yang lain. Yang membuat orang tertarik dengan pakkat yang dijual hanya dari segi ukuran, yaitu pakkat yang mempunyai ukuran yang lebih besar yang akan diminati oleh pembeli. Biasanya pakkat berukuran 1 meter dengan diameter 3-5 cm.

Dia mengatakan penjualan pakkat pada tahun ini berkurang dari tahun sebelumnya. Dia hanya bisa menjual 200-300 batang pakkat perharinya. Dengan harga yang relarif murah yaitu Rp2.500/batang dan mengambil pakkat dari daerah Labusel (Labuhan Batu Selatan) tepatnya di daerah Langga Payung.

Penjual pakkat lainnya, Vita perempuan paruh baya yang menjual pakkat ini juga mengungkapkan dia mampu menjual sekitar 200 batang pakkat terjual perharinya. Untuk bahan mentah, dia mengambil pakkat di Jalan Marendal yang didatangkan dari daerah Kota Pinang.

Salah seorang pembeli pakkat, Irwan mengaku pakkat ini menjadi menu wajib yang disajikan setiap berbuka puasa. Pasalnya pakkat dipercaya mempunyai banyak manfaat baik untuk kesehatan dan menambah selera makan. “Rasanya memang agak pahit, tapi enak. Apalagi kalau dimakan pakai cabai, bawang dan kecap asin” katanya. (*)

Penulis: Zulfahmi, Mahasiswa Semester VI Jurnalistik, IKom UINSU.

Comments

Komentar