Beranda METRO Mulai Film India, Kuliner hingga Pameran Foto Arsitektur Islam

Mulai Film India, Kuliner hingga Pameran Foto Arsitektur Islam

BERBAGI
Konjen India Medan, Shalia Shah (dua dari kanan) berpose bersama jajarannya usai konferensi pers Pekan Kebudayaan India di Kantor Konsulat India, Jalan Uskup Agung Medan.
Konjen India Medan, Shalia Shah (dua dari kanan) berpose bersama jajarannya usai konferensi pers Pekan Kebudayaan India di Kantor Konsulat India, Jalan Uskup Agung Medan.

Pekan Kebudayaan India di Medan

akses.co – Konsulat Jenderal India di Medan bekerjasama dengan Pemerintah Kota Medan menggelar kegiatan pekan budaya India pada mulai hari ini (2/11/2018) hingga 7 November 2018.

Fokus acara ini adalah akan menampilkan budaya India, tradisi, masakah, seni, musik kepada masyarakat Medan sebagai rangkaian perayaan Deepavali, yang merupakan perayan paling populer di India dan seluruh Konsulat Jenderal India di dunia.

Kegiatan Pekan Budaya India meliputi Festival Makanan India diselenggarakan oleh dan di JW Marriot Medan mulai 2-10 November. Di sini akan ada 20-an kuliner khas India yang akan disajikan dengan 75% berbahan baku untuk vegetarian. Selain kuliner, warga Medan dan Sumatera Utara juga akan disuguhi seni dan sinema India. Para pecinta Bollywood yang sangat populer di Indonesia akan dimanjakan dengan festival India di Maple Theater Grand Aston City Hall, Medan.

“Beberapa judul populer dengan aktor muda kami pilih untuk festival Film India, dan dua film yang dubbing dalam bahasa Indonesia, sedangkan 6 film lainnya dalam bahasa Hindi dengan teks bahasa Inggris,” kata Konsul Jenderal India Medan, Shalia Shah, kemarin.

Selain itu, Konsulat Jenderal India juga menyelenggarakan kompetisi Rangoli pada 3 November 2018 dimulai pukul 15.00 WIB di area konsulat. Rangoli adalah tradisi seni dan desain India yang terbuat dari serbuk berwarna-warni. Kompetisi ini adalah acara khusus perempuan yang didedikasikan untuk perempuan dan peran perempuan dalam mempromosikan seni dan budaya.

Shalia Shah, menjelaskan event ini menjadi sangat penting, karena populasi warga keturunan India banyak di Medan dan Sumatera Utara. “Banyak juga warga yang memiliki ketertarikan terhadap India, baik dari film juga makanan. Ini adalah persembahan rasa terima kasih kami kepada masyarakat Medan Sumut atas ketertarikan terhadap India, rasa terima kasih karena mencintai kami,” ujarnya.

Shalia juga menjelaskan pihaknya juga menyelenggarakan pameran foto tentang arsitektur Islam di Indonesia yang akan diselenggarakan di Istana Maimoon dari 2-4 November 2018. Ada juga sesi yoga, 3 November 2018 pagi hari dilakukan di Universitas Sari Mutiara pada 06.00 WIB oleh instruktur yoga bersertifikat dari India.

“Kami mengundang Anda untuk berpartisipasi baik secara individual atau tim dua orang untuk bersaing dalam acara ini. Para pemenang akan mendapatkan hadiah menarik dan juga akan ada makanan ringan dan musim India dalam acara ini,” ungkapnya.

Dia berharap hubungan baik India dan Indonesia, terkhusus Medan bisa dijalankan dengan baik dan konsisten tiap tahun, agar warga Medan bisa menikmati produk-produk India. Selain itu, Shalia menambahkan saat ini pihaknya juga menargetkan kunjungan wisatawan asal Medan, Sumut, bisa bertamabah ke India. Apalagi, ada kemudahan yang diberlakukan di negaranya.

“Sekarang pemegang paspor Indonesia bisa mendapatkan e-visa gratis untuk masuk ke India. “e-Visa sangat mudah diregistrasi online, tidak perlu datang ke konsulat, bisa diberikan gratis,” tuturnya.

Kemeriahan Pekan Budaya India semakin semarak dengan Namaste Medan yaitu pertunjukan budaya India berlangsung di even Pesona Colourful Medan, 3 November 2018 di Jalan Masjid Raya, depan Taman Sri Deli Medan. Sejumlah artis penari dan penyanyi dari India Culture Centre di Jakarta akan membawakan beberapa kombinasi musik dan tarian terkenal dari Bollywood, juga akan ada kuis untuk penonton dan hadian menarik untuk para pemenang. Selain itu, pada stand Indonesia Expartriat Association Medan,-IEAM-menyediakan aneka makanan India, pernah pernik India serta pemakaian mahendi atau heinna. “Semua acara, terbuka untuk umum,” kata Shalia.(din/wry)

Comments

Komentar