Beranda METRO Meutya: Jangan Ada Lagi Bangunan Ilegal Berdiri di Kota Medan

Meutya: Jangan Ada Lagi Bangunan Ilegal Berdiri di Kota Medan

BERBAGI
Anggota DPR RI asal Sumut, Meutya Hafid (kanan), berbicara dalam sebuah diskusi di Medan, belum lama ini.
Anggota DPR RI asal Sumut, Meutya Hafid (kanan), berbicara dalam sebuah diskusi di Medan, belum lama ini.

akses.co – Gebrakan Pemerintah Kota Medan dan pihak terkait membongkar bangunan-bangunan dan reklame ilegal dan menyalahi aturan terus dilakukan. Anggota DPR RI, Meutya Hafid mengapresiasi hal itu dan berharap pemerintah kota memaksimalkan pengawasan.

“Kota Medan merupakan ibukota provinsi Sumatera Utara, harus menjadi tempat yang nyaman bagi warganya. Bangunan ilegal dan menyalahi aturan, yang membuat tata kota dan lingkungan rusak, harus ditindak tegas,” kata Meutya, Minggu (4/11/2018).

Meutya menyampaikan hal ini menanggapi aksi Tim Gabungan Pemko Medan dipimpin Kasatpol PP Kota Medan, membongkar 10 rumah toko (ruko) di Jalan Pinang Baris 2 Pasar V Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal. Eksekusi tersebut dilakukan menyahuti protes warga setempat setelah sekian lama merasa tersiksa dengan keberadaan ruko yang telah menelan badan jalan dan ilegal alias tak memiliki IMB.

Kata Meutya, penindakan yang dilakukan Pemko Medan sudah cukup baik. Menurutnya, itu merupakan upaya untuk menyahuti aspirasi masyarakat yang terganggu dengan keberadaan bangunan menyalahi aturan. “Tapi yang paling penting, ini harus jadi momentum agar tidak ada lagi bangunan ilegal berdiri di Kota Medan. Semua harus taat aturan,” kata Meutya yang kembali mencalonkan diri dari Dapil Sumut 1 meliputi Kota Medan, Deliserdang, Serdangbedagai dan Tebing Tingg ini.

Disebutkannya, menjamin baiknya penataan kota dan kesehatan lingkungan permukiman warga adalah kebutuhan pada daerah perkotaan. Dengan kepadatan penduduk dan tingginya aktivitas warga, kata dia, sebuah permukiman kota harus dikelola sebaik mungkin agar tidak menimbulkan dampak negatif. “Kalau lingkungan tidak sehat, penyakit bisa muncul. Seperti muntaber atau demam berdarah,” katanya.

Selain itu, keadaan kota yang macet, faktor kemiskinan, kesenjangan sosial, overcrowding population, dan lain sebagainya yang merupakan berbagai macam masalah. “Memang bukan secara langsung menjadi trauma berat, tetapi dapat menyebabkan minor emotional injuries yang berakumulasi seiring berjalannya waktu. Makanya penataan kota itu yang baik, penting untuk Kota Medan yang kita cintai ini,” kata politisi Partai Golkar ini.(ril)

Comments

Komentar