Beranda METRO Meutya Apresiasi Polisi – Wartawan Perangi Hoax Penculikan Anak

Meutya Apresiasi Polisi – Wartawan Perangi Hoax Penculikan Anak

BERBAGI
Meutya Hafid, Anggota DPR RI asal Sumatera Utara dari Partai Golkar.
Meutya Hafid

akses.co  – Masyarakat Kota Medan beberapa hari terakhir diresahkan dengan tersebarnya informasi hoax (bohong) tentang penculikan anak. Hoax ini langsung ditangani pihak kepolisian dan wartawan hingga masyarakat mendapatkan informasi yang benar.

Anggota Komisi I DPR, Meutya Hafid, mengatakan sangat apresiatif dengan kerja cepat yang dilakukan kepolisian. “Polisi langsung melakukan pengecekan, sehingga informasi hoax itu tidak liar dan meresahkan warga Medan dan sekitarnya. Kemudian wartawan juga memberitakan bahwa informasi itu adalah hoax. Ini adalah kerja nyata memerangi hoax,” kata Meutya , Kamis (1/11/2018).

Meutya mengaku tidak habis pikir ada pihak yang sengaja menyebarkan informasi bohong yang kemudian menimbulkan keresahan masyarakat. “Tega sekali orang berbuat seperti itu. Saya harap masyarakat juga semakin peduli dan mau melakukan cek ricek atas informasi yang diperoleh. Sebab kalau kita ikut menyebarkan hoax, maka hoax itu akan semakin besar. Intinya jangan mudah membagi informasi yang kita sendiri tidak yakin kebenaran dan sumbernya,” bebernya.

Diberitakan, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) buru-buru memberikan penegasan pasca viralnya kabar tersebut di media sosial. Hingga Rabu (31/10) belum ada satupun laporan kasus penculikan anak terjadi di Medan. “Jadi Kota Medan ini sedang diserang hoax. Informasi penculikan anak itu hoax semua,” ungkap Kasubbid Penerangan Masyarakat (Penmas) Bid Humas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan kepada wartawan.

Dia berani menegaskan hal itu setelah pihaknya mengecek ke lapangan. Kepada masyarakat yang menerima informasi tersebut, agar tidak mudah percaya. Apalagi malah membuat gaduh. “Sudah kita pastikan informasi tentang penculikan anak yang tersebar di sosmed itu hoax. Saya berharap masyarakat jangan percaya dengan isu yang menyesatkan,” katanya.

Dikutip dari sumutpos.co, kabar soal penculikan anak juga santer dan menghebohkan warga yang bermukim di Kelurahan Kota Bangun. Informasi yang menyebar ada tiga anak yang menjadi korban penculikan. Menyikapi hal itu, Kapolsek Medan Labuhan Kompol Rosyid Hartanto pun bersuara. Rosyid mengaku, anggotanya belum ada menerima laporan penculikan anak di seputaran wilayah hukum yang ia pimpin.

Dijelaskannya Rosyid, kejadian pertama itu ada seorang yang diketahui bernama Rasyida Omar Balatif (49) yang dituduh sebagai penculik anak oleh warga. Itu karena ia karena mondar mandir dengan gelagat yang mencurigakan. “Yang bersangkutan sempat dihakimi warga. Ternyata wanita itu mengalami depresi dan langsung dijemput oleh keluarga yang tinggal di Jalan Bambu, Kota Medan,” ujarnya.

Kejadian kedua, ada seorang warga yang diketahui bernama Lamni Ambarita warga Jalan Mangaan, Mabar. Wanita berusia 48 tahun ini dituduh sebagai penculik anak berdasarkan pengaduan seorang anak kepada orangtuanya karena merasa diikuti. “Setelah dicek ke lokasi, wanita tersebut mengalami penyakit kejiwaan dan sedang berjalan mengikuti rel kereta api,” ujarnya.

Kemudian kejadian terakhir, Yeheskiel Simanjuntak (8) warga Jalan Anggrek Kelurahan Besar, diisukan sebagai korban penculikan anak. Isu itu tersebar, karena anak tersebut tidak dijumpai di sekolah saat dijemput orangtuanya. “Yeheskiel ditemukan didekat sekolah kakaknya dan mengaku dibonceng seorang pria dan diberikan sebuah roti namun dibuang oleh dirinya,” katanya.

Dari hasil penyelidikan, Yeheskiel mengaku sengaja mengarang cerita kalau dia dibawa oleh orang tak dikenal karena takut dimarahi orangtuanya. “Singkat cerita anak ini tadi membolos dari sekolah,” pungkasnya. (rel/csi)

Comments

Komentar