Beranda METRO Medan Bebas Telur Berbahan Plastik

Medan Bebas Telur Berbahan Plastik

BERBAGI
ilustrasi telur. (int)
ilustrasi telur. (int)

akses.co – Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin menegaskan Kota Medan bebas dari telur palsu. Hal ini berdasarkan hasil uji laboratorium BBPOM Medan.

Uji lab ini dilakukan terkait adanya dugaan peredaran telur palsu di Medan. Bahkan, sempat membuat masyarakat khawatir.

Eldin menegaskan, Kota Medan dalam kondisi yang kondusif. Tidak ditemukan bahan-bahan pangan kebutuhan pokok masyarakat yang dipalsukan ataupun yang berbahan berbahaya. “Saya sudah mengirimkan surat kepada BBPOM di Medan, Senin (23/10/2017) lalu untuk menyikapi pemberitaan dengan melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap beberapa sampel telur yang diambil Dinas Ketahanan Pangan Kota Medan dari pasar-pasar tradisional di Kota Medan. Hasilnya tidak ada telur bercampur bahan plastik ataupun bahan berbahaya lainnya,” ungkapnya.

Tidak adanya telur mengandung bahan plastik sesuai hasil pemeriksaan lab oleh BBPOM No: PM.04.03.82.822.10.17.62 tertanggal 25 Oktober 2017. Berdasarkan hasil lab menyatakan telur yang beredar luas di Kota Medan aman dari bahan-bahan membahayakan. Sampel yang ada menunjukkan telur yang beredar di Kota Medan tidak mengandung bahan plastik, karet dan bahan berbahaya seperti borak, formalin, metanyl yellow.

“Jadi, saya himbau kepada masyarakat Kota Medan agar tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan isu-isu yang tidak bertanggung jawab. Isu itu hanya mencoba untuk menimbulkan kegaduhan di Kota Medan. Dirinya mengingatkan kalau ada yang mencurigakan langsung segera dilaporkan. Kami terus menjalin komunikasi dengan BBPOM di Medan melalui Kepala BBPOM nya, Yulius Sacramento Tarigan untuk sama-sama menjaga kondusitas peredaran bahan makanan di Kota Medan,” tambahnya.

Selain itu dirinya juga telah mengintrusksikan jajarannya untuk selalu proaktif melakukan pengawasan peredaran bahan makanan di pasar tradisional dan pasar modern. SKPD terkait seperti Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan, serta camat dan lurah diminta proaktif melakukan peninjauan lapangan, bahkan jika ada keluhan dari masyarakat atas kecurigaan terhadap bahan makanan agar ditindaklanjuti.

Sementara itu, Kepala BBPOM Medan, Yulius Sacramento menyebutkan bahwa hasil laboratorium tersebut valid dan memang tidak ditemukan zat berbahaya sebagaimana yang dikhawatirkan banyak pihak.

“Temuan dilapangan terhadap kondisi telur yang tak lazim, bisa saja disebabkan masalah yang terjadi secara alami. Sehingga ketika akan diolah, kondisinya berbeda dengan telur yang dalam keadaan baik,” jelasnya. (eza)

Comments

Komentar