Beranda METRO Mantan Manajer Buka Suara Soal Kembalinya PSMS ke Liga 1

Mantan Manajer Buka Suara Soal Kembalinya PSMS ke Liga 1

BERBAGI
Mantan Manajer PSMS Medan, Randiman Tarigan.
Mantan Manajer PSMS Medan, Randiman Tarigan.

akses.co – Kembalinya PSMS Medan berkompetisi di kancah liga tertinggi sepakbola nasional, Liga 1 musim kompetisi 2018 menjadi hal yang dinanti-nanti publik pencinta Ayam Kinantan, tidak terkecuali bagi Randiman Tarigan, sosok manajer PSMS yang menjadi bagian penting kesuksesan klub sepakbola kebangaan Sumatera Utara itu.

Ditemui Rabu (21/3/2018), Randiman mengaku bersyukur, PSMS sebagai salah satu klub yang punya nama besar di persepakbolaan nasional kembali mengecap persaingan dengan klub-klub terbaik di republik ini.

“Saya merasa bangga, saya sebagai yang pernah berkecimpung di PSMS Medan yang saya tinggalkan 2008, baru inilah kita kembali ke Liga 1,” ujarnya.

Menilik ke belakang, setelah sukses menjadi runner-up kompetisi Divisi Utama 2007/2008 dengan menyandang runner up atau juara kedua liga tertinggi Indonesia saat itu, tahun berikutnya, klub yang berdiri 21 April 1950 prestasinya malah tenggelam.

“2008 saya tinggalkan PSMS, dan digantikan oleh Sihar Sitorus. Begitu dipegangnya langsung kita degradasi ke Divisi Utama. Jadi kebangkitan ini bagi saya sebagai masyarakat Medan pencinta bola dan pernah mengurus bola hal yang luar biasa,” ucapnya.

Seperti diketahui, PSMS Medan yang awalnya menjadi salah satu tim favorit Liga Super Indonesia 2008/2009 malah mengalami nasib tragis. Pasca Stadion Teladan Medan dinilai tidak layak menggelar pertandingan liga super, tim yang mengalami sejumlah pergantian pelatih itu harus bertanding berpindah-pindah alias nomaden. Mengalami sejumlah kekalahan, klimaksnya, Markus Haris Maulana dkk saat itu harus berjuang di babak play-off dengan harapan bisa bertahan di kasta tertinggi liga Indonesia musim berikutnya.

Sayangnya, perjuangannya terhenti setelah kalah pada babak adu penalti kontra Persebaya Surabaya. PSMS Medan harus terjerembab ke Divisi Utama dan berkompetisi di liga kasta kedua itu setidaknya delapan musim lamanya. Baru tahun 2018, PSMS kembali ke kompetisi yang dinilai tepat bagi klub dengan segudang sejarah prestasi. (sam)

Comments

Komentar