Beranda METRO Kompak, Penarik Betor dan Tukang Sepatu Dagang Ganja

Kompak, Penarik Betor dan Tukang Sepatu Dagang Ganja

BERBAGI
Kompol Yudi Frianto memperlihatkan tersangka dan barang bukti 22 kilogram daun ganja kering di Polrestabes Medan, Selasa (1/8/2017). ‎(akses.co/did)
Kompol Yudi Frianto memperlihatkan tersangka dan barang bukti 22 kilogram daun ganja kering di Polrestabes Medan, Selasa (1/8/2017). ‎(akses.co/did)

akses.co – Tiga orang pria yang bekerja sebagai penarik betor dan tukang sepatu ini ternyata belum cukup untuk menghidupinya keluarganya. Mereka akhirnya banting setir bisnis narkoba.

Akibat bisnis haram yang mereka lakukan, kini ketiganya mendekam di sel tahanan Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan.

Tiga tersangka tersebut diketahui berinisial FS (34), penarik betor warga Jalan Imam Bonjol, Loron Guru Manis, Kelurahan Setia, Kecamatan Binjai Kota. Kemudian SH (25), pembuat sepatu warga yang sama dan AS (47) penarik betor, warga Jalan Bukit Tinggi, Lorong Inpres, Kelurahan Rambung Timur, Kecamatan Binjai Selatan. Dari mereka polisi menyita barang bukti 22 kilogram daun ganja kering, 1 keranjang dan betor bernopol BK 4782 RD.

Wakasat Reserse Narkoba Polrestabes Medan Kompol Yudi Frianto dalam keterangan persnya, Selasa (1/8/2017) mengatakan ketiga tersangka ditangkap saat transaksi dengan anggota di Jalan Klambir V, Desa Tanjung Gusta, Kecamatan Sunggal.

“Ketiga tersangka kita amankan saat anggota melakukan penyamaran sebagai pembeli. Awalnya anggota menyamar sebagai pembeli terhadap tersangka FS. Setelah harga sepakat, FS menghubungi rekannya SH dan AS untuk membawa ganja ke lokasi penangkapan,” tutur mantan Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan ini.

Lanjut dikatakan Yudi, setelah SH dan AS menurunkan barang bukti, anggota yang menyamar sebagai pembeli melihat dan memastikan bahwa itu ganja maka petugas langsung menciduknya.

“Anggota langsung meringkus tersangka setelah memastikan barang itu adalah ganja. Tersangka mengaku ganja itu diperolehnya dari rekannya berinisial RP (DPO) warga Aceh,” tandasnya. (did)

Comments

Komentar