Beranda METRO Ketua Komisi D: Dishub Harus Tegas Tertibkan Kawasan Pedestrian

Ketua Komisi D: Dishub Harus Tegas Tertibkan Kawasan Pedestrian

BERBAGI
Ketua Komisi D DPRD Kota Medan, Parlaungan Simangunsong periode 2017-2018. (akses.co/din)
Ketua Komisi D DPRD Kota Medan, Parlaungan Simangunsong periode 2017-2018. (akses.co/din)

akses.co – Ketua Komisi D DPRD Kota Medan, Parlaungan Siamungsong meminta kepada Dinas Perhubungan Kota Medan untuk berlaku tegas, dengan menindak oknum-oknum yang menjadikan jalur pedestrian sebagai lokasi parkir. Selain melanggar peraturan, kondisi tersebut sangat merugikan para pejalan kaki.

Parlaungan Simangunsong meminta kepada Dishub Kota Medan jangan hanya fokus mengutip retribusi parkir saja.

“Kalau memang jalur pejalan kaki, ya jadikan jalur pejalan kaki. Jangan jadikan tempat parkir. Dishub jangan hanya semata-mata fokus mau mengambil retribusinya saja,” ungkapnya, Kamis (9/08/2018).

Parlaungan berkeyakinan, kondisi tersebut hanya dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk mencari keuntungan tanpa menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kota Medan.

“Dishub Kota Medan harus dapat memberikan tindakan tegas. Apalagi, Walikota Medan telah menerbitkan Peraturan Walikota Medan Nomor 70/2017 tentang Tata Cara Pemindahan/Penderekan, Penguncian/Penggembokan, sebagai payung hukum Dishub bertindak di lapangan,” jelasnya.

Disisi lain, Ketua Komisi D DPRD Medan itu mendorong Dishub Kota Medan dapat memberikan pelatihan secara kontiniu terhadap petugas juru parkir. Hal ini penting, agar juru parkir dapat memahami rambu-rambu maupun aturan yang berlaku.

“Jukir itu jangan hanya terfokus mengutip uang parkir. Tetapi mereka juga perlu memahami, bahwa keberadaan mereka sebagai perpanjangan tangan Dishub Kota Medan dalam mengatur dan menata lalu lintas di Kota Medan. Jangan malah mereka ikut menyumbang kemacetan, dengan menyediakan tempat parkir liar,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Renward Parapat, mengaku akan menertibkan lokasi-lokasi yang kerap dijadikan tempat parkir liar. Renward juga menjelaskan, bahwa kawasan Jalan Veteran sudah sering ditertibkan.

“Terima kasih infonya, kita tertibkan lagi pak. Ini dah sering ditertibkan. Kita kirim ke WA grup kami di forum, agar lebih ditertibkan,” tulis Renward melalui pesan Whatsapp.

Diketahui, Banyak jalur pedestrian yang sejatinya dibangun untuk jalur khusus bagi para pejalan kaki, berubah fungsi menjadi lokasi parkir seperti di Jalan Veteran, depan RS Murni Teguh. Pedestrian yang ada diseputaran rumah sakit tersebut, setiap hari dijadikan lokasi parkir oleh oknum-oknum tertentu.

Selain itu, di kawasan Merdeka Walk, setiap malam, pedestrian yang berada di depan Starbucks Coffee. Oknum satpam yang ada di Merdeka Walk meminta uang Rp20 ribu, bila masyarakat hendak memarkirkan mobilnya di pedestrian depan Starbucks Coffee. (din)

Comments

Komentar