Beranda METRO Ketua DPRD Medan Minta Kasus Video Hoax Sudutkan KPU Diusut Tuntas

Ketua DPRD Medan Minta Kasus Video Hoax Sudutkan KPU Diusut Tuntas

BERBAGI
video hoax kpu
Caption : Ketua DPRD Kota Medan, Henry Jhon Hutagalung. (foto : ist)

akses.co – Ketua DPRD Kota Medan, Henry Jhon Hutagalung meminta agar kasus video hoax surat suara sudah tercoblos diusut tuntas. Terlebih lagi di video itu menyudutkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan.

“Jadi kita berharap pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini. Ungkap dan tangkap pelakunya. Kita tak mau Pemilu ini dicederai oleh informasi-informasi yang tak benar alias hoaxs,” tegas Henry Jhon Hutagalung.

Henry Jhon menambahkan berita-berita hoax harus ditangkal sedini mungkin. Apalagi, berita-berita hoax yang sampai membuat masyarakat resah. Terutama terkait dengan pelaksanaan Pemilu 2019, harus diberantas. Sehingga tidak menyesatkan bagi masyarakat, apalagi sampai menimbulkan kepanikan.

“Berita-berita hoaxs ini harus ditangkal sedini mungkin. Menghindari timbulnya keresahan di masyarakat, terkait dengan beredarnya informasi yang tidak benar,” ujarnya.

Henry pun meminta kepada masyarakat untuk selektif menyerap informasi yang beredar. Terutama dari media sosial, dimana harus dilakukan kroscek terlebih dahulu.

“Jangan terima mentah-mentah saja dan langsung mengambil kesimpulan. Tapi harus mengkroscek ke pihak berkompeten untuk menilai kebenaran informasi tersebut,” pungkas Henry Jhon.

Menindaklanjuti serangan hoax ini, KPU Medan bersama KPU Sumut telah melaporkan kasus ini ke Polda Sumut, Minggu (3/3).

“Kita melaporkan karena salah satu akun menyebut kejadian itu di KPU Medan. Kini kita berharap kepolisian untuk melakukan penyelidikan. Semoga pelakunya cepat terungkap,” papar Agussyah Damanik kepada wartawan, Minggu (3/03/2019) usai melapor ke Polda Sumut.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Tatan Dirsan Atmaja, saat dihubungi wartawan menegaskan akan menyelidiki kasus serangan hoaks ke penyelenggara pemilu tersebut.

“Akan kita tindaklanjuti laporannya. Kita akan bekerja semaksimal mungkin untuk mengungkap siapa pelaku penyebar hoaks,” papar Tatan. (din)

Comments

Komentar