Beranda METRO Ketoprak Dor Ikut Semarakkan Perlombaan Seni Budaya Melayu

Ketoprak Dor Ikut Semarakkan Perlombaan Seni Budaya Melayu

BERBAGI
Perlombaan seni budaya Melayu di Merdeka Walk, Medan, Sabtu (21/07/2018). (akses.co/din)
Perlombaan seni budaya Melayu di Merdeka Walk, Medan, Sabtu (21/07/2018). (akses.co/din)

akses.co – Sempat berjaya di tahun 1970-an, kesenian Ketoprak Dor meredup memasuki era tahun 1992. Kini, Pemerintah Kota (Pemko) Medan berupaya membangkitkan dan mengenalkan kesenian asli Medan ini ke masyarakat khususnya generasi milenial.

Upaya itu tercermin dari perlombaan seni budaya Melayu yang digelar oleh Dinas Kebudayaan Kota Medan selama dua hari 21 hingga 22 Juli 2018 di Merdeka Walk Medan.

Menurut penggerak komunitas Ketoprak Dor Langen Jede Rahayu, Yono Usu, untuk di Medan komunitas ini terdapat di Tanjungmulia, Medan dan Sei Mencirim, Sunggal.

Ketoprak dor, kata Yono, merupakan kesenian pertunjukan layaknya teater, lenong dan sejenisnya. Ketoprak dor merupakan kebudayaan asli Medan. Pemainnya berasal dari beragam suku di Medan seperti Jawa, Batak, Minang dan lainnya. Pagelaran ketoprak dor juga terdapat beragam alat musik, misalnya harmonium, jidor, tambur dan lainnya.

“Biasanya Ketoprak Dor menampilkan pertunjukkan yang terkait legenda maupun situasi sosial yang sedang hangat terjadi di tengah masyarakat. Jadi ada pelakonnya. Di dalamnya ada tuntunan, jadi bukan sekadar tontonan. Untuk durasi tampil, bisa sehari semalam tapi bisa juga tergantung yang punya acara,” kata Yono ketika ditemui wartawan di Merdeka Walk, Sabtu (22/7).

Yono sangat mengapresiasi usaha Pemko Medan dalam menggaungkan kembali Ketoprak Dor di Kota Medan.

“Karena Ketoprak Dor ini asli seni budaya Medan dan ini tidak ada di Jawa. Makanya, harus dilestarikan. Terima kasih Dinas Kebudayaan Pemko Medan yang mau berupaya menggairahkan kembali Ketoprak Dor ini,” pungkasnya.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Medan, Suherman mengungkapkan perlombaan seni budaya Melayu tersebut digelar dalam rangka program pengelolaan keberagaman budaya Kota Medan tahun anggaran 2018 dan merupakan rangkaian perayaan HUT Kota Medan ke 428.

Suherman menambahkan tujuan digelarnya perlombaan seni budaya Melayu itu untuk melestarikan seni budaya Melayu asli Kota Medan.

“Perlombaan seni budaya Melayu ini digelar selama dua hari di Merdeka Walk yang diisi dengan perlombaan berbalas pantun, tari Melayu dan ketoprak dor,” jelasnya. (din)

Comments

Komentar