Beranda METRO Kafilah Sumut Siap Berikan yang Terbaik di MTQ Nasional 2018

Kafilah Sumut Siap Berikan yang Terbaik di MTQ Nasional 2018

BERBAGI
Ketua Panitia Pemusatan Peserta, Palit Muda Harahap saat diwawancarai di kantor Gubernur Sumatera Utara Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa (4/92018). (istimewa)
Ketua Panitia Pemusatan Peserta, Palit Muda Harahap saat diwawancarai di kantor Gubernur Sumatera Utara Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa (4/92018). (istimewa)

akses.co – Kafilah asal Sumatera Utara (Sumut) siap untuk memberikan yang terbaik dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an Tingkat (MTQ) Nasional XXVII yang akan digelar di Sumut. Sebanyak 54 peserta sudah dipersiapkan dengan matang untuk mengharumkan nama Sumatera Utara (Sumut) di panggung nasional.

Selaku tuan rumah MTQ Nasional XXVII, Sumut ingin memberikan yang terbaik pada ajang bergengsi ini, sehingga Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Sumatera Utara benar-benar serius mempersiapkan Kafilah-kafilahnya. Sejak bulan Februari LPTQ sudah mulai mempersiapkan Kafilah Sumut untuk MTQ Nasional XXVII. Tidak hanya belajar di Sumut, mereka juga menimba ilmu di luar provinsi.

“Belum pernah persiapan kita semaksimal ini menghadapi MTQ Nasional. Saya bergabung dengan LTPQ sejak tahun 90-an, kali ini lebih matang dan lebih maksimal,” kata Ketua Panitia Pemusatan Peserta, Palit Muda Harahap saat diwawancarai di kantor Gubernur Sumatera Utara Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa (4/9).

Lebih lanjut dijelaskan Palit, saat ini pihaknya sudah menggelar Training Centre (TC) peserta di berbagai tempat, diantaranya di pesantren milik Adli Azhari yang juga merupakan qari internasional. Di tempat ini dititipkan enam orang putra-putri selama tiga bulan. Kemudian di Lembaga Kaligrafi AlQur’an (Lemka) Sukabumi dititipkan delapan orang putra/putri dan yang dewasa untuk Qiraat Sab’ah putra/putri dititipkan di rumahnya Yusnar Yusuf Rangkuti, seorang qari internasional dan dewan hakim.

“Mereka berlatih 10 hari dalam satu bulan. Mereka itu latihannya berpindah-pindah dari satu qari ke qari yang lain, jadi pelatih mereka tidak hanya satu, mereka mengundang juara-juara qari internasional untuk melatih peserta seperti H Adli Azhari, Hj Mawaddah, Hj Maria Ulfa, Muhammad Ali dan lainnya,” papar Palit.

Dalam menentukan perwakilan Sumut di MTQ Nasional 2018, Palit mengatakan LPTQ juga berupaya memilih dengan seobjektif mungkin melalui penilaian para pelatih qari nasional. Hal ini dilakukan, karena pelatih-pelatih qari nasional dianggap lebih mengerti mengenai kriteria-kriteria yang dibutuhkan untuk MTQ Nasional.

“Juara 1, 2 dan 3 dari (MTQ Provinsi Sumut 2017) kita panggil kembali lagi pada bulan Februari lalu kita TC hingga bulan Maret. Kemudian kita himpun lagi mereka di Parapat, kita TC kembali dan kita undang pelatih-pelatih nasional seperti Adli Azhari Nasution, Ahmad Muhajir dari Jakarta dan Rusli dari Sumatera Barat. Mereka yang menentukan peserta-peserta yang akan maju di MTQ Nasional dari kategori anak-anak hingga dewasa, jadi yang menentukan bukan kita lagi karena mereka yang tahu bagaimana kehendak nasional itu,” tambahnya.

Namun, ketika ditanya target Sumut pada MTQ XXVII ini, Palit Muda Harahap mengatakan pihaknya tidak menentukan target karena ini merupakan ibadah. Hal yang terpenting adalah mempersiapkan Kafilah sebaik-baiknya.

“Di AlQur’an kita tidak boleh membicarakan target, target kita mereka ini dilatih bagaimana agar tampil terbaik di nasional. Bila sudah memberikan yang terbaik yang menanglah itu,” ujar mantan Ketua Dewan Hakim Sumut ini.

Dalam ajang MTQN XXVII yang akan digelar pada 4-13 Oktober mendatang, Sumut akan mengisi seluruh cabang dan golongan yang diperlombakan di MTQ Nasional XXVII. Dimana sebanyak 54 kafilah putra dan putri akan mengikuti lomba Tilawah, Tartil, tuna netra, anak-anak, remaja, dewasa, qira’at sab’ah mujawwad, qira’at sab’ah murattal remaja dan dewasa.

Sedangkan untuk Tahfiz akan mengikuti kategori 1, 5, 10, 20, dan 30 Juz dan Tilawah. Selain itu juga di bagian Tafsir Bahasa Indonesia, Inggris dan Bahasa Arab kemudian Syarhil dan Fahmil Qur’an serta MMQ. Untuk Khattil Qur’an putra dan putri ada penulisan naskah, hiasan mushaf, dekorasi dan kontemporer. (rel)

Comments

Komentar