Beranda METRO Kadispora: Prof Fidel Panutan Kaum Muda

Kadispora: Prof Fidel Panutan Kaum Muda

BERBAGI
Kadispora sumut diabadikan bersama Prof Fidel usai pengukuhan. (AKSESDOTCO/frz)
Kadispora sumut diabadikan bersama Prof Fidel usai pengukuhan. (AKSESDOTCO/frz)

akses.co – Pengukuhan Prof Dr dr Muhammad Fidel Ganis Siregar, M.Ked (OG), SpOG (K), sebagai Guru Besar Tetap Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU) mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Sumut. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sumut, Baharuddin Siagian, menyebut prestasi Fidel sebagai panutan kaum muda.

Baharuddin Siagian sendiri ikut menyaksikan langsung prosesi pengukuhan Prof Fidel tersebut, di Gelanggang Mahasiswa USU, Selasa (4/7/2017). “Ini membanggakan kita semua. Beliau masih tergolong muda, berhasil meraih gelar Guru Besar. Saya ucapkan selamat untuk Prof Fidel dan keluarga,” kata Baharuddin.

Baharuddin menambahkan, bagi Dispora, dan masyarakat olahraga khususnya di Sumatera Utara, keberhasilan Prof Fidel merupakan kebanggaan tersendiri. Sebab Fidel adalah sosok yang sukses sebagai atlet sepakbola dan juga sukses sebagai manajer tim sepakbola. “Ini juga bisa dijadikan contoh oleh atlet-atlet kita. Selain berprestasi sebagai atlet, kita juga tak mengabaikan pendidikan. Atlet-atlet kita di Sumut patut mencontoh beliau,” bebernya.

Ya, Fidel memang tak bisa dilepaskan dari sepakbola. Disela kesibukannya, saat ini Fidel masih mengurus Sekolah Sepakbola USU. Ternyata sepakbola memang bagian dari hidupnya. Sejak belia Fidel sudah akrab dengan olahraga mengolah si kulit bundar ini. “Saya dulu pernah berada dalam skuad PSMS Medan sekitar 5 tahun. Posisi saya kiper,” kata Fidel belum lama ini.

Fidel mengisahkan, dirinya mengawali karir di klub sepakbola Perisai Medan. Kemudian dia masuk dalam skuad PSMS Medan. Dia mengakui, namanya tidak setenar pemain PSMS lainnya. “Saya tidak begitu mencuat waktu itu, karena persaingannya berat. Saat itu di PSMS ada Ponirin Meka dan Jamaluddin ‘Jampi’ Hutahuruk.

“Di era itu relatif mereka berdua yang menjadi pilihan pelatih. Boleh dibilang, selama di PSMS saya selalu berada di bawah bayang-bayang nama besar Ponirin Meka dan Jampi Hutahuruk. Karena saya tidak bisa penuh waktu berlatih seperti mereka. Saya tak masalah, sepakbola kan hobi saya,” katanya.
Fidel memang bermain sepakbola sembari kuliah di Fakultas Kedokteran USU. “Pagi kuliah, sore main bola. Kuncinya, saya happy saja. Semua dikerjakan. Tapi ketika harus menjalani proses dari Dokter Muda menjadi Dokter, saya berhenti,” katanya.

Dia terpaksa berhenti dari sepakbola prestasi, karena harus total di rumah sakit untuk mendapatkan gelar Dokter. “Saya tak bisa lagi di PSMS, karena ada jaga malam di rumah sakit. Tapi saya tetap main sepakbola. Sampai sekarang juga main,” bebernya. (frz)

Comments

Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here