Beranda METRO Jubir KPK Bilang belum Ada Pemindahan Gatot, Asep : Dia Bohong

Jubir KPK Bilang belum Ada Pemindahan Gatot, Asep : Dia Bohong

BERBAGI
Mantan Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho, terpidana tiga kasus korupsi berkeliaran di Bandara Internasional Kualanamu (KNIA), Kamis (27/7/2017). (ist)
Mantan Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho, terpidana tiga kasus korupsi berkeliaran di Bandara Internasional Kualanamu (KNIA), Kamis (27/7/2017). (ist)

akses.co – Kehebohan penampakan Mantan Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho di area Check In Bandara Internasional Kualanamu (KNIA), Kamis (27/7/2017) belum berakhir.

Setelah Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) menyebut Gatot dipindahkam ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, giliran Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah buka suara. Namun bukannya membenarkan, tapi malah membantah.

Febri lewat aplikasi WhatsApp mengaku, belum mendengar eksekusi pengembalian Gatot dari Lapas Tanjung Gusta ke Lapas Sukamiskin. Febri juga mengatakan, pihaknya tidak berwenang mengeksekusi pemindahan tersebut lantaran jadi domain Kemenkumham.

“Kalau sudah eksekusi di Sukamiskin itu domain Kemenkum HAM. Domain Kemenkum HAM kalau sudah eksekusi. Saya belum dengar (adanya pemindahan),” kata Febri via aplikasi WhatsApp, Jumat (28/7/2017).

Menjawab itu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Tanjung Gusta Medan, Asep Syarifudin menyayangkan pernyataan Febri Diansyah. “Memang KPK yang jemput Pak Gatot. Surat yang dibawa itu langsung ditandatangani Ketua KPK Agus Rahardjo. Udah terlalu bohong, terlalu jauh kalau seperti itu penyampaian dari mereka. Masa KPK membantah,” kata Asep, Sabtu (29/7/2017).

Asep mengatakan, KPK yang terdiri dari empat orang tiba di Lapas Tanjung Gusta sejak Rabu (26/7) lalu menjemput Gatot untuk dibawa ke Sukamiskin. Gatot terbang dari Bandara Kualanamu dan KPK telah memberi kabar bahwa Gatot telah sampai di Sukamiskin pada Kamis (27/7) siang.

Atas komentar Febri Diansyah, Asep mengaku heran.” Saya heran, kenapa bisa membantah seperti itu. Ini ada surat resminya loh. Masa institusi pemerintah seperti ini kok bohong-bohongan sih. Apa lagi yang dijemput orang yang dikenal masyarakat luas,” ucapnya.

Asep menjelaskan, penjemput Gatot bernama Andi membawa surat perintah untuk memindahkan Gatot ke Lapas Sukamiskin. “Tidak ada dari lapas ataupun Kemenkumham Sumut yang mendampingi pemulangan Gatot. Semuanya dari KPK, jumlahnya lima orang bersama Pak Gatot,” kata Asep. (sam)

Comments

Komentar