Beranda METRO Jembatan Titi Dua Ambruk Sebelum Digunakan

Jembatan Titi Dua Ambruk Sebelum Digunakan

BERBAGI
Jembatan Titi Dua Ambruk. (akses.co/eza)
Jembatan Titi Dua Ambruk. (akses.co/eza)

akses.co – Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution meninjau jembatan titi dua, Kelurahan Belawan Sicanang, Kecamatan Belawan yang ambruk, Selasa (7/11/2017). Jembatan ini sendiri sedang dalam tahap pengerjaan.

Akibat ambruknya jembatan ini, hubungan antara Kelurahan Belawan Sicanang dengan Kelurahan Belawan terputus. Informasi dari warga menyebutkan, jembatan titi dua ini ambruk sekitar pukul 09.45 WIB. Pada saat jembatan ambruk, salah seorang warga sekitar bersama seorang adiknya tengah mengendarai sepeda motor. Untung saja keduanya masih bisa berpegang kayu jembatan yang tersisa, sedangkan sepeda motornya nyemplung masuk sungai.

“Tidak ada korban jiwa dalam perstiwa ambruknya jembatan titi dua. Tadi ada abang adik yang melintas ketika jembatan ambruk. Namun mereka selamat. Sedangkan sepeda motornya masuk sungai. Namun sepeda motor itu telah diangkut kembali dengan menggunakan satu unit backhoe,” kata Lurah Belawan Sicanang, Zulkifli.

Akibat ambruknya jembatan titi dua itu, sekitar 16.000 warga yang bermukim di Kelurahan Belawan Sicanang tak dapat keluar menuju Kelurahan Belawan Bahari. “Untuk sementara warga hanya bisa melintas dengan berjalan kaki dengan melewati sisa tanah dan dua broti yang diikat menjadi satu. Itu pun harus berhati-hati. Sebab, salah melangkah bisa tercebur dalam sungai,” tambah Zulkifli.

Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution sendiri mengatakan, pihaknya bersama dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait beserta seluruh unsur yang ada, termasuk masyarakat telah berkoordinasi untuk mengatasi jembatan ambruk tersebut.
“Malam ini kami akan bekerja keras untuk mengatasi jembatan ambruk ini. Kami akan upayakan secepatnya warga dapat melintasinya. Kami akan kerjakan 24 jam. Malam nanti pun saya akan tinjau kembali untuk mengetahui sudah sejauh mana progresnya. Untuk itu kami minta kesabaran dan dukungan penuh seluruh warga,” kata Akhyar.

Ambruknya jembatan titi dua ini merupakan suatu musibah yang tidak diinginkan siapapun. Apalagi Pemko Medan saat ini tengah membangun jembatan baru guna mendukung kelancaran aktifitas warga. Hanya saja disaat proses pembangunan jembatan tengah berlangsung, tiba-tiba jembatan titi dua yang lama ambruk. “Insya Allah secepatnya kita atasi,” jelasnya.

Berdasarkan amatan dari lokasi kejadian, satu unit alat berat tengah bekerja untuk membuat dudukan jembatan sementara yang akan dibuat. Sebagai pondasi, disusun sejumlah gelondongan beton. “Kalau menggunakan tanah, sebanyak apapun akan habis tersapu air sungai. Untuk itu digunakan gelondongan beton,” tambahnya. (eza)

Kadis Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan, Khairul Syahnan Harahap ketika dihubungi di tempat terpisah mengatakan, pihaknya saat ini sedang berkoordinasi dengan Yonzipur I/DD untuk mengatasi jembatan titi dua yang rusak. Agar aktifitas warga dari kedua kelurahan tidak terganggu, Dinas PU akan meminjam jembatan bailey milik Yonzipur I/DD.

Menurut Syahnan, jembatan bailey ini merupakan jembatan rangka baja ringan berkualitas tinggi dan dapat dipindah-pindah. Dikatakannya, jembatan bailey ini sudah pernah digunakan pada saat pembangunan jembatan di kawasan Medan Polonia beberapa waktu lalu. “Saya saat ini sedang berada di Yonzipur I/DD untuk membicarakan peminjaman jembatan bailey,” jelas Syahnan.

Apabila jembatan bailey ini dapat dipergunakan, Syahnan mengatakan dalam waktu satu atau dua hari ke depan, warga dari kedua kelurahan sudah dapat melintasinya. Artinya, hubungan kedua kelurahan dapat berjalan dengan baik seperti biasa. “Hanya saja tonase kendaraan yang melintas dibatasi,” ungkapnya.

Penggunaan jembatan ini dilakukan sampai jembatan titi dua yang baru selesai dibangun. “Sebenarnya jembatan titi dua yang baru sudah siap dicetak, kita saat ini tengah membangun pondasinya. Namun disaat pengerjaan pondasi ini berlangsung, jembatan titi dua yang lama ambruk,” terangnya. (eza)

Comments

Komentar