Beranda METRO Jelang Puncak Haji, Layanan Katering dan Transportasi Diperketat

Jelang Puncak Haji, Layanan Katering dan Transportasi Diperketat

BERBAGI
Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri, Sri Ilham. (istimewa)
Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri, Sri Ilham. (istimewa)

akses.co – Mendekati prosesi puncak haji berupa wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan melontar jumrah di Mina (Armina), Kementerian Agama mulai memperketat pengawasan layanan katering dan transportasi bagi jemaah.

Mengingat, jumlah jemaah Calon Haji (Calhaj) semakin hari semakin banyak.

Diketahui, berdasarkan data dari Media Center Haji (MCH), Kamis (9/08/2018), sebanyak 397 Kelompok Terbang (Kloter) Calhaj Indonesia telah mendarat di Tanah Suci. Jumlah itu terdiri dari 159.602 jemaah dan 1.985 petugas. Jumlah ini akan terus naik hingga pemberangkatan Kloter terakhir ke Tanah Suci, 15 Agustus 2018 mendatang.

“Pada fase puncak ini kita harus perketat pengawasan karena masing-masing penyedia melayani jemaah dengan jumlah tambah besar, sehingga pekerjaan jauh lebih berat lagi,” ungkap Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri, Sri Ilham seperti dilansir laman www.kemenag.go.id, Kamis (9/08/2018).

Seperti layanan katering, menurut Sri Ilham, awalnya hanya melayani sepertiga kapasitas. “Kini mereka melayani full, dari yang awalnya mereka menyiapkan setelah subuh, sekarang lebih awal menjadi tengah malam,” ujarnya.

Menurutnya, teknik memasak sayuran menjadi penting. “Memasak sayuran harus terakhir karena sayuran mudah basi,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga terus mengingatkan jemaah agar makan tepat waktu. “Kita beri edaran ke jemaah agar makan tepat waktu dan juga ke penyedia katering agar menyajikan makanan yang tidak mudah basi,” jelas Sri Ilham.

Selain itu dari segi transportasi, pihaknya mengingatkan jemaah yang baru datang ke Makkah, untuk melakukan umrah wajib bukan bertepatan dengan waktu shalat. “Agar tidak bersamaan dengan jemaah yang sudah tinggal di sini beberapa hari sebelumnya yang hendak shalat di Masjidil Haram,” ungkap Sri Ilham.

Begitu pula dengan jemaah yang hendak melaksanakan shalat di Masjidil Haram, Sri Ilham meminta agar datang lebih awal dan pulang sedikit lebih akhir. “Ya lebih baik berdzikir dulu di Masjidil Haram, seraya menunggu bus agak longgar,” pungkasnya. (rel)

Comments

Komentar