Beranda METRO Jasa Tenaga Kerja Berkedok MLM Dibongkar, 42 Calon Tenaga Kerja Dibawah Umur...

Jasa Tenaga Kerja Berkedok MLM Dibongkar, 42 Calon Tenaga Kerja Dibawah Umur Dipekerjakan

BERBAGI
Ilustrasi Rupiah. (twitter.com)
Ilustrasi Rupiah. (twitter.com)

akses.co – Polisi membongkar kasus dugaan penipuan berkedok tenaga kerja yang bergerak di bidang Multi Level Marketing (MLM). Dari hasil pengungkapan ini, petugas mengamankan 42 korban calon tenaga kerja yang masih dibawah umur.

Kapolsek Medan Helvetia Kompol Trila Murni mengatakan, terungkapnya kasus ini berawal dari adanya laporan dari keluarga salah satu calon tenaga kerja.

“Bermodalkan laporan ini, kita kemudian belusukan ke lokasi penampungan calon tenaga kerja. Ternyata ada satu PT yang bergerak di bidang MLM,” ucap Kompol Trilla di Mapolsek Medan Helvetia, Senin (6/8/2018).

Setelah dapat laporan itu, petugas lalu ke dua lokasi penampungan yaitu di Jalan Filisium Raya dan Jalan Melati XIV Prumnas Helvetia Medan.

“Lokasi penampungannya sangat tidak layak dan sangat prihatin. Yang di Jalan Filisium kita temukan sebanyak 22 wanita dan cowok 20 kita temukan di Jalan Melati. Jadi total keseluruhan ada 42 calon tenaga kerja,” ucapnya.

Setelah didata, para calon tenaga kerja ini masih rata-rata dibawah umur dan berasal dari luar Kota Medan. “Ada yang tamat SMP dan ada yang baru tamat SMA. Dan semua dari daerah pedalaman,” kata Trilla lagi.

Lanjut Trila, para calon tenaga kerja ini diiming-imingkan akan dipekerjakan tapi dengan ketentuan para calon tenaga kerja tersebut dikutip uang sebesar Rp5 juta sampai Rp8 juta per orang.

“Mereka sampai satu bulan juga belum dipekerjakan. Korban dimintai uang agar diberi pekerjaan,” kata dia.

Awalnya, calon tenaga kerja ini diberi latihan training dan pelajaran. “Tapi ini semua hanya berkedok sepertinya penipuan. Karena setelah kita mintai keterangan para korban, belum ada yang dipekerjakan seperti pelatihan itu,” tutur Trilla.

Pihaknya sendiri masih menyelidiki siapa yang merekrut atau pencari calon tenaga kerja ini. “Kita masih memproses penyelidikan sebagai korban dulu. Karena kita belum sampai ke perusahaan PT Amuba seperti yang disebut oleh para korban. PT Amuba ini berada di Jawa Timur. Nanti kita akan lakukan penyelidikan lagi. Yang kita amankan ini untuk sementara semuanya korban,”

Menurutnya, ada seorang wanita berinisial F yang ducurigai sebagai kepala cabang perusahaan MLM di Kota Medan.

“Waktu kita ke lokasi penampungan itu tidak ada. Tapi kita mencurigai kepada F. Dialah yang kita duga yang mencari para korban lewat facebook,” tutupnya. (did)

Comments

Komentar