Beranda METRO INAMPA Komitmen Maksimalkan Layanan Pandu Maritim

INAMPA Komitmen Maksimalkan Layanan Pandu Maritim

BERBAGI
President INAMPA, Pasoroan Herman Harianja saat memaparkan INAMPA di media gathering di Rumah Makan Garuda, Jalan Patimura, Medan, Selasa (24/07/2018). (akses.co/din)
President INAMPA, Pasoroan Herman Harianja saat memaparkan INAMPA di media gathering di Rumah Makan Garuda, Jalan Patimura, Medan, Selasa (24/07/2018). (akses.co/din)

akses.co – Indonesian Maritime Pilots Association (INAMPA) telah berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja dalam melayani pandu kapal yang memasuki perairan Indonesia. Hal itu merupakan bentuk komitmen INAMPA untuk menjadikan pandu maritim indonesia sebagai world class maritime pilot, dengan tagline INAMPA goes global with zero accident.

President INAMPA, Pasoroan Herman Harianja mengungkapkan tiap tahun INAMPA membutuhkan 200 pandu maritim, tapi INAMPA baru bisa mendapatkan sekitar 68 pandu maritim setiap tahunnya untuk memandu kapal dengan bobot 500 GT ke atas yang masuk dan keluar ke pelabuhan-pelabuhan di Indonesia.

“Yang kita diklat itu paling sekitar 68 pandu. Padahal kita butuh 200 pandu setiap tahunnya,” paparnya saat media gathering INAMPA di Jalan Pattimura, Medan, Selasa (24/07/2018).

Menurut Herman pandu maritim merupakan pekerjaan yang penuh resiko. Karena pandu maritimlah orang yang pertama yang menyambut kapal masuk ke pelabuhan dan orang yang terakhir yang menghantar kapal ke perairan tertentu.

Herman menambahkan tugas pandu maritim meliputi keselamatan maritim, keamanan maritim, pencegahan pencemaran lingkungan maritim dan keberlangsungan maritim.

“Tugas pandu itu lumayan berat. Karena selain menjaga keselamatan dan keamanan maritim, pandu juga ikut menjaga lingkungan dan keberlangsungan maritim,” jelasnya.

Lebih lanjut, Herman menambahkan saat ini INAMPA telah mengikuti 1200 anggota di seluruh Indonesia. Para pandu maritim itulah yang mengawal 300.000 sampai 400.000 kapal yang keluar masuk ke pelabuhan-pelabuhan Indonesia setiap tahunnya.

“Jumlah kapal yang keluar masuk di Indonesia cukup banyak. Seperti di Pelabuhan Tanjung Priok. Per harinya ada 60 call atau 60 gerakan kapal. Berarti, kalau keluar masuk, ada 120 call setiap harinya. 120×30 hari, berarti ada sekitar 3200 per bulan. Itu masih satu pelabujan saja,” ujarnya.

Untuk itulah, Herman menambahkan INAMPA membutuhkan lebih banyak lagi pandu maritim. Mengingat, saat ini INAMPA telah meraih predikat world class dengan status zero accident dan secara resmi telah menjadi anggota International Maritime Pilots’ Association (IMPA) sejak April 2017 lalu.

“Intinya, INAMPA akan terus berkomitmen untuk melayani kapal yang keluar masuk ke perairan Indonesia dan INAMPA akan terus mendukung program pemerintah menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia dan penerapan tol laut di Indonesia guna meningkatkan konektifitas maritim,” pungkasnya.

Kapten Samsul yang turut hadir di media gathering itu mengungkapkan pandu maritim dibutuhkan di atas kapal, walaupun terdapat nahkoda di kapal itu.

“Walau nahkoda kapal memiliki pengalaman keliling dunia, tapi pandu maritim memiliki local experience yang mengetahui kondisi tempat sandar, situasi angin, pasang surut air dan apakah ada kerangka kapal yang berada di bawah laut untuk lego jangkar,” jelasnya. (din)

Comments

Komentar