Beranda METRO Ijeck dan Gejolak Anak Muda Berwirausaha

Ijeck dan Gejolak Anak Muda Berwirausaha

BERBAGI
Ijeck dan Sayed. (ist)
Ijeck dan Sayed. (ist)

akses.co – Sayed Alyaidrus, namanya. Dia adalah seorang wirausaha yang merintis pelan tapi pasti. Usaha dimsum, mulai digeluti sejak pertengahan Tahun 2016. Produk dimsum dikemas dalam sebuah kotak kedap dengan kondisi beku (Frozen). Sedangkan teknik pemasaran yang dilakukan hanya sebatas penawaran dengan teman-teman dan pesan online.

‘’Dalam satu minggu pertama kami mampu menjual 20 hingga 30 kotak dimsum dengan kondisi beku (frozen). Melihat peminat yang semakin bertambah maka kami memutuskan untuk membeli freezer bekas untuk memenuhi permintaan yang ada,’’ akunya.

Sebagai salah satu usaha untuk memperkenalkan produk secara lebih luas maka pada 23 Mei 2016 Waroeng Royal Dimsum berdiri resmi yang ditandai dengan pelayanan penjualan hingga keluar kota dan cabang kami di Pematangsiantar, Deliserdang, Kota Binjai, Rantauprapat, Sibolga, Tebingtinggi, Langkat dan Tanjungbalai sedangkan luar propinsi, seperti Banda Aceh, Lhokseumawe, Langsa, Pekan Baru, Padang, Bengkulu, Batam dan Jakarta. ‘’Untuk pemasaran kami menggunakan media online dan offline,’’ terangnya.

Melihat permintaan pasar yang begitu besar saat ini Waroeng Royal Dimsum telah membuka 23 cabang dengan bentuk sederhana, di antaranya 2 (dua) cabang di daerah Kota Medan, Kota Binjai.

‘’Sekarang per bulannya kami sudah menjual 1.800 kotak per bulannya dan pegawai 9 orang, sekarang kamj membuat saingan baru kami sendiri yaitu dimsum 212 untuk menambah penjualan dan omset kembali,’’ katanya.

Diakuinya, menjadi wirausaha  bagian dari cita-citanya selain dosen yang katanya untuk membagi ilmu kepada banyak orang. Semangat itu dia dapatkan dari pelajarannya selama menjadi mahasiswa Ilmu Politik FISIP USU. Selain itu, Sayed juga mengaku terinspirasi  dari banyak pengusaha muda yang  sukses satu di antaranya H Musa Rajekshah.

Dari banyak literatur yang dibacanya selama ini, Ijeck, adalah seorang pengusaha sukses yang bisa menjadi inspirasi bagi anak muda Sumatera Utara dalam hal membangun bisnis dari awal. ‘’Dan Bang Ijeck sangat rendah hati dalam memberi kami ilmu tentang dunia usahanya yang dtekuni. Dari awal beliau memulai usaha, dan mau membina kami sebagai anak muda dalam hal enterpreneur untuk membangun ekonomi yang mandiri di Kota Medan,’’ terang Sayed.

Sayed mengakui senang rasanya mendengarkan apa yang  disampaikan Ijeck pada pelatihan yang digelar DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumut   bisnis online di Pusat Pelatihan PT. Telkom, Medan, Rabu (25/10/2017).

Apalagi Sayed mengakui selama ini dalam mengembangkan bisnisnya dengan memanfaatkan media online salah satu caranya.

Sayed berharap ke depan Sumatera Utara memiliki pemimpin yang memiliki semangat anak muda yakni maju dan membuat warganya bermartabat.’’Anak-anak muda butuh figur yang bisa menjadi role model dan saya merasa Bang Ijeck  adalah role model dan bukan sekedar menjadi follower,’’ demikian Sayed.

Dalam acara itu H Musa Rajekshah menekankan bahwa para pemuda harus giat dalam membuka usaha, tidak hanya sekedar menjadi pekerja. Bisnis online, jelas Ijeck, merupakan salah satu cara termudah yang dapat dimanfaatkan para pemuda untuk berbisnis.

“Apalagi zaman berkembang cepat, teknologi harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, salah satunya untuk berwirausaha melalui bisnis online,” kata pria yang dikenal juga sebagai sociopreneur salah satu di antaranya menjadi Ketua Yayasan Haji Anif yang merupakan lembaga pembersih masjid di Binjai, Medan, Deliserdang, Serdang Bedagai dan Padangsidimpuan.

Anak-anak muda, terang Ketua PMI Kota Medan yang saat ini stok darah di PMI menjadi buffer stok bagi Sumut, harus memiliki semangat membangun dirinya dan bukan menjadi generasi pengikut. Anak-anak muda harus mampu membangun semangat kewirausahaan yang dimulai dari yang kecil-kecil. Apa yang dilakukan Sayed Alyaidrus dengan merintis usaha kecil-kecilan bisa menjadi salah satu contoh.’’Mari kita kembangkan usaha lainnya dan gali terus kreatifitas. Apa yang sudah dibuat orang boleh diikuti namun kembangkan dengan gaya kreatifitas anak muda. Jangan takut jatuh karena itu merupakan bagian dari perjuangan menuju keberhasilan,’’ demikian H Musa Rajekshah.

Sementara Ketua Panitia Indra Prawira didampingi Sekretaris M. Teguh Syuhada menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan bisnis online ini diikuti 50 peserta dari 120 orang yang mendaftar.

“Semoga setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta nantinya bisa menjadi pebisnis online yang handal dan berkontribusi untuk pembangunan di Sumatera Utara,”  tandasnya. (rel/rur)

Comments

Komentar