Beranda METRO Ihwan Ritonga: Saya Akan Protes Keras Kebijakan Sekolah Yang Beratkan Siswa

Ihwan Ritonga: Saya Akan Protes Keras Kebijakan Sekolah Yang Beratkan Siswa

BERBAGI
Anggota DPRD Kota Medan, Ihwan Ritonga memberikan beras secara simbolis di acara reses I di Rumah Aspirasi, Jalan Menteng Raya, Medan Denai, Sabtu (28/04/2018). (akses.co/din)
Anggota DPRD Kota Medan, Ihwan Ritonga memberikan beras secara simbolis di acara reses I di Rumah Aspirasi, Jalan Menteng Raya, Medan Denai, Sabtu (28/04/2018). (akses.co/din)

akses.co – Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Ihwan Ritonga akan melakukan protes keras kepada Dinas Pendidikan Kota Medan terkait masih adanya pihak sekolah negeri yang melakukan pengutipan liar kepada siswa sekolah.

Dalam Reses I 2018 anggota DPRD Kota Medan, Ihwan Ritonga di Rumah Generasi, Jalan Raya Menteng, Medan Denai, Sabtu (28/04/2018) terungkap, warga Kecamatan Medan Amplas, Juwita mengeluhkan masalah uang komite sekolah yang dibebankan kepada anaknya di salah satu SMK Negeri di Kota Medan.

“Uang komitenya dikutip Rp 150 ribu per bulan. Padahal, kita tahu orang tua murid bersusah payah masukkan anaknya ke sekolah negeri agar tidak dikutip bayaran alias gratis. Tapi ini malah dikutip bayaran, alasannya untuk uang komite sekolah,” keluhnya dalam reses tersebut.

Anehnya, Juwita menambahkan uang komite sekolah di SMK Negeri itu lebih mahal dibandingkan dengan uang komite di sekolah swasta.

“Kami mohon kepada pak anggota dewan untuk memperjuangkan aspirasi kami ini. Masak, uang komite sekolah negeri lebih besar dibandingkan sekolah swasta,” pungkasnya.

Menanggapi hal itu, Ihwan Ritonga mengungkapkan pengutipan uang yang dibebankan kepada siswa sekolah negeri tersebut tidak dibenarkan.

“Kita akan protes keras kebijakan sekolah yang memberatkan masyarakat. Padahal sudah ada peraturan, biaya sekolah negeri itu gratis,” paparnya.

Dalam reses tersebut, Ihwan Ritonga juga memberikan bantuan beras, masing-masing 5 kilogram kepada seluruh warga yang hadir.

Pembagian beras gratis tersebut kerap dilakukannya setiap tahun, menjelang bulan suci Ramadan.

“Totalnya ada 4 ton. Ini sudah menjadi kegiatan rutin menjelang Ramadan,” paparnya. (din)

Comments

Komentar