Beranda METRO Ihwan Nilai Kenaikan RAPBD Medan 2019 Terlalu Kecil

Ihwan Nilai Kenaikan RAPBD Medan 2019 Terlalu Kecil

BERBAGI
Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Ihwan Ritonga usai mengikuti rapat paripurna di gedung DPRD Kota Medan
Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Ihwan Ritonga usai mengikuti rapat paripurna di gedung DPRD Kota Medan

akses.co – Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Ihwan Ritonga menilai formulasi Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Kota Medan tahun anggaran 2019, Rp 5,94 trilyun, terlalu kecil, karena hanya diproyeksikan 0,02% dari tahun 2018.

Menurut Ihwan Ritonga, seharusnya kenaikan RAPBD Kota Medan 2019 itu bisa meningkat 7 sampai 8% dari APBD Kota Medan tahun lalu.

“Saya rasa, kenaikannya itu terlalu kecil, karena hanya naik 0,02%. Idealnya, kan naiknya bisa 7 sampai 8 persen,” paparnya usai rapat paripurna penyampaian nota pengantar kepala daerah Kota Medan atas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kota Medan tentang RAPBD Kota Medan tahun anggaran 2019 di ruang paripurna, lantai G, gedung DPRD Kota Medan, Senin (15/10/2018).

Politisi Partai Gerindra itu menambahkan selama 4 tahun menjabat sebagai wakil ketua DPRD Kota Medan, kenaikan pendapatan daerah Kota Medan tidak menunjukkan kenaikan yang signifikan.

“Sudah empat tahun saya disini. Dari awal saya masuk DPRD ini, anggarannya Rp 5,2 trilyun dan sekarang hanya naik sekitar Rp 400 milyaran saja. Cuma bertahan disitu saja,” pungkasnya.

Sebelumnya, Walikota Medan, T Dzulmi Eldin dalam nota pengantarnya mengungkapkan pendapatan daerah tahun anggaran 2019 diproyeksikan sebesar Rp. 5.96 Trilyun lebih, atau meningkat sebesar 0.02% dibandingkan dengan tahun 2018. Meskipun hanya meningkat 0.02%, namun proyeksi pendapatan daerah yang direncanakan cukup realistis, baik dari jenis pendapatan yang bersumber dari PAD, maupun dari jenis pendapatan daerah lainya, terutama dari dana perimbangan dan pendapatan daerah lainya yang sah.

Berdasarkan pendapatan daerah yang diperkirakan tersebut, maka formulasi belanja daerah yang diajukan sebagai terdiri dari belanja tidak langsung diperkirakan sebesar Rp. 2.07 trilyun lebih, dan belanja langsung sebesar Rp. 3.87 trilyun lebih.

“Maka dengan demikian secara total jumlah belanja daerah di perkirakan sebesar Rp. 5,94 Trilyun lebih, dengan distribusi 34,93% untuk belanja tidak langsung dan 65,07% untuk belanja langsung,” papar T Dzulmi Eldin. (din)

Comments

Komentar