Beranda METRO Honor Petugas Posyandu Terlalu Kecil

Honor Petugas Posyandu Terlalu Kecil

BERBAGI
Anggota DPRD Kota Medan, Herri Zulkarnain memberikan kata sambutan di Reses III 2017 DPRD Kota Medan di halaman Kantor Camat Medan Baru, Selasa (14/11/2017). (akses.co/din)
Anggota DPRD Kota Medan, Herri Zulkarnain memberikan kata sambutan di Reses III 2017 DPRD Kota Medan di halaman Kantor Camat Medan Baru, Selasa (14/11/2017). (akses.co/din)

akses.co – Warga Kecamatan Medan Baru mengeluhkan minimnya honor untuk para petugas Posyandu di Kota Medan, Rp 50 ribu per bulan dan hanya dicairkan setiap 6 bulan sekali.

Kepala Lingkungan (Kepling) 12, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Medan Baru, Suratman mengungkapkan bahwa honor para petugas Posyandu di Kecamatan Medan Baru tersebut terlalu kecil. Padahal, petugas Polisi Petugas Posyandu menjadi garda terdepan dalam menyehatkan generasi bangsa di lingkungannya masing-masing.

“Tapi sayang, honornya kecil kali pak. Cuma Rp 50 ribu per bulan. Apalah arti Rp 50 ribu itu di saat sekarang ini pak,” paparnya saat Reses III 2017 anggota DPRD Kota Medan, Herri Zulkarnain di halaman Kantor Camat Medan Baru, Selasa (14/11/2017).

Selaku Kepling, Suratman mengaku prihatin dengan minimnya honor para petugas Posyandu di lingkungannya tersebut. Suratman meminta kepada Herri Zulkarnain untuk menampung aspirasi warga tersebut dan diteruskan kepada Pemerintah Kota Medan.

“Tolonglah pak masalah ini disuarakan. Sudahlah honornya kecil, dicairkan setiap enam bulan sekali pula itu,” pungkasnya.

Menanggapi hal itu, Herri Zulkarnain memastikan akan menyampaikan aspirasi warga tersebut dan berupaya untuk memperjuangkan aspirasi itu agar honor para petugas Posyandu di Kota Medan ditambah.

Herri Zulkarnain menyadari bahwa honor sebesar Rp 50 ribu per bulan itu tidak berarti apa-apa dibandingkan dengan tugas yang telah dilaksanakan para petugas Posyandu dalam melakukan penyuluhan kesehatan kepada warga.

“Masalah honor Posyandu itu memang terlalu kecil. Apalah arti Rp 50 ribu per bulan. Untuk itu, honornya harus ditambah. Apalagi, Kota Medan memiliki APBD yang besar, Rp 5,4 trilyun. Harusnya itukan dikembalikan ke masyarakat,” paparnya. (din)

Comments

Komentar