Beranda METRO H Musa Rajekshah Warga Kehormatan Pesantren Silaturrahim

H Musa Rajekshah Warga Kehormatan Pesantren Silaturrahim

BERBAGI
Ketua Dewan Penasehat Pesantren Silaturrahim, H M Harmen Ginting memakaikan surban ke bahu Tokoh Muda Sumut, H Musa Rajekshah (Ijeck) sebagai tanda penobatan dirinya menjadi Warga Kehormatan Pesantren Silaturrahim di sela-sela acara Penutupan Festival Muharram 1439 Hijriah di Masjid Al Musannif Jalan Cemara Medan, Sabtu (21/10/2017). (ist)
Ketua Dewan Penasehat Pesantren Silaturrahim, H M Harmen Ginting memakaikan surban ke bahu Tokoh Muda Sumut, H Musa Rajekshah (Ijeck) sebagai tanda penobatan dirinya menjadi Warga Kehormatan Pesantren Silaturrahim di sela-sela acara Penutupan Festival Muharram 1439 Hijriah di Masjid Al Musannif Jalan Cemara Medan, Sabtu (21/10/2017). (ist)

akses.co – H Musa Rajekshah, tokoh muda Sumatera Utara menyatakan pendidikan Islam, memiliki peran yang sangat penting. Tanpa keimanan yang baik, tak mungkin seseorang dapat hidup dengan nyaman.

“Apalagi ke depan, kita berharap generasi muda kita selain bisa memimpin juga memiliki iman yang baik agar bisa menjaga silaturahmi antar sesama umat Muslim dan masyarakat yang ada di Sumut. Karena dengan keadaan yang tenteram, aman dan nyaman antara seluruh umat beragama yang ada di Sumut ini bisa menjadikan Sumut lebih baik lagi,” katanya pada penutupan Festival Muharram 1439 Hijriah di Masjid Al Mussanif Jalan Cemara Sampali Deliserdang, Sabtu (21/10/2017).

Pria yang juga menjabat Ketua Yayasan Haji Anif yang bergerak di bidang sosial kemudian menuturkan, pendidikan Islam tak terlepas dari peran pemerintah. Menurutnya, pemerintah juga mempunyai tanggungjawab terhadap pendidikan Islam. “Jika memang kita menginginkan Sumut menjadi lebih baik, masyarakatnya harus berpendidikan. Tanpa pendidikan, akan susah menerapkan pembangunan di daerah kita ini,” sebutnya.

Tokoh Muda Sumut, H Musa Rajekshah (Ijeck) yang hadir dalam acara itu menyampaikan rasa terimakasihnya atas penobatan dirinya sebagai Warga Kehormatan Pesantren Silaturrahim. Ia berharap kehadirannya sebagai Warga Kehormatan Pesantren Silaturrahim dapat bermanfaat terutama bagi pendidikan Islam yang ada di pesantren tersebut maupun di seluruh Sumut nantinya.

“Mudah-mudahan apa yang menjadi niat pimpinan pesantren bisa terwujud ke depannya. Artinya, ini bukan menjadi tanggungjawab sesaat saja, tanggungjawab pendidikan apalagi pendidikan Islam adalah tanggungjawab kita semua sebagai umat Muslim. Sebab, pendidikan itu penting karena tanpa pendidikan yang baik, generasi muda tidak akan bisa memimpin bangsa dan negara ini menjadi semakin maju,” tuturnya.

“Saya juga memohon doa dan dukungan kepada ibu-ibu pengajian agar saya bisa maju dalam Pilkada tahun depan. Jika nantinya saya diberi kesempatan memimpin Sumut, Insya Allah saya akan berbuat lebih baik untuk Sumut ini. Apalagi saat ini peredaran narkoba sudah merajalela, kejahatan semakin meningkat. Nantinya hal itu akan menjadi fokus utama saya bersama Bapak Letjen TNI Edy Rahmayadi agar masyarakat Sumut bisa hidup dengan aman dan nyaman serta Sumut dapat menjadi lebih bermartabat,” tutupnya.

Dasar bagi umat

Pendidikan Islam atau pendidikan agama merupakan dasar bagi umat Muslim dan penting untuk dimiliki. Setinggi apapun ilmu seseorang tetapi jika ia tidak memiliki ilmu agama (akhlak), maka ilmunya tak akan berguna.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Penasehat Pesantren Silaturrahim, H M Harmen Ginting mewakili Ketua Pesantren Silaturrahim Prof H Mulia Sembiring di sela-sela acara Penutupan Festival Muharram 1439 Hijriah di Masjid Al Musannif Jalan Cemara Medan, Sabtu. Ia menuturkan, ilmu itu ibarat pisau bermata dua yang kapan saja bisa menikam pemiliknya.

“Jadi, setiap orang penting untuk memiliki ilmu agama. Jika orang tidak memiliki dasar-dasar agama, ilmu yang ada bisa menikamnya kapan saja. Ilmu itu harus dimanfaatkan untuk kepentingan umat manusia. Untuk bisa mengarah kesana, kehidupan seseorang harus dilandasi tidak hanya oleh moral tetapi juga akhlak. Moral itu penting namun akhlak jauh lebih penting,” ujarnya.

Ia menyebutkan, acara penutupan festival Muharram itu diramaikan dengan berbagai rangkaian acara. Seperti, penyerahan hadiah kepada pemenang lomba, baik untuk anak-anak pesantren maupun ibu-ibu pengajian yang tergabung dalam pengajian akbar Hidayatun Nisa, tepung tawar bagi jamaah yang baru pulang berhaji serta pemberian santunan kepada 100 anak yatim yang berasal dari pesantren maupun di sekitar tempat tinggal ibu-ibu pengajian.

“Pembukaan festival Muharram ini telah dilaksanakan bulan September lalu yang diikuti kurang lebih 36 pengajian dan hari ini adalah penutupannya. Pada hari ini juga sekaligus dilakukan penobatan H Musa Rajekshah (Ijeck) sebagai Warga Kehormatan Pesantren Silaturrahim. Sebab, kami menilai dari sekian banyak tokoh yang ada di Sumut ini, Ijeck lah yang paling religius dan dikarenakan sifat kedermawanan yang dimilikinya. Ia tidak memiliki kewajiban kepada pesantren Silaturrahim, tidak harus melekat di pesantren. Tetapi ia memiliki kewajiban umum supaya memperhatikan pendidikan Islam dimanapun ia berada, terutama di Sumut ini,” pungkasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, festival serupa maupun pengajian akbar harus terus digencarkan. Sehingga kekompakan dan rasa persaudaraan antar sesama umat Muslim dapat terus terjalin dengan kuat. (rur)

Comments

Komentar