Beranda METRO Gugup Dikejar Warga, Rampok Amatiran Nyerah Disergap Warga

Gugup Dikejar Warga, Rampok Amatiran Nyerah Disergap Warga

BERBAGI
Kanit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan AKP Raffles Marpaung menunjukkan tersangka MSP alias P berikut barang buktinya, Rabu (7/3/2018).
Kanit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan AKP Raffles Marpaung menunjukkan tersangka MSP alias P berikut barang buktinya, Rabu (7/3/2018).

akses.co – Seorang perampok yang masih amatiran berinisial MSP alias P (24) warga Jalan Nusa Indah 6, Kecamatan Helvetia gugup usai merampok seorang mahasiswi, Yeyen Anggraini (20) warga Jalan Rela, Kelurahan Siderejo, Kecamatan Tembung.

MSP alias P gugup saat kabur dan sepeda motor yang dikendarainya terjatuh karena tak bisa dikendalikannya. Alhasil MSP alias P yang bekerja di jasa pengiriman barang ini ditangkap warga dan diserahkan ke Polrestabes Medan.

Aksi perampokan itu terjadi di Jalan Rela saat korban hendak pulang ke kosnya. Korban berhenti sejenak karena hendak meletakkan handphone dan uang puluhan ribu rupiah di dashboard sebelah kiri motornya BK 4213 PAY.

Tiba-tiba MSP alias P serta rekannya (buron) memepet laju motor korban. Dibawah ancaman sajam, MSP alias P langsung turun dan merogoh jok motor korban. Usai menjarah handphone dan uang, kedua pelaku tancap gas. Korban menjerit hingga mengundang perhatian warga.

Warga mengejar kedua pelaku. Saat kabur masuk ke salah satu jalan kecil, motor pelaku jatuh. Rekan pelaku berinisial MD berhasil kabur dengan motor. Sedangkan MSP alias P lari ke rumah warga dan sembunyi. Meski sembunyi, warga meringkus MSP alias P yang sembunyi dibalik pintu rumah warga.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira dalam keterangan persnya, Rabu (7/3/2018) menyebutkan tersangka MSP alias P mengakui perbuatannya telah merampok korban.

“Saat beraksi pelaku berjumlah dua orang namun yang satunya berhasil kabur. Barang bukti yang kita amankan 1 dompet warna merah muda berisi 1 handphone serta uang Rp46 ribu. MPS alias P dijerat Pasal 365 ayat 2 KUHPidana dengan ancaman diatas 7 tahun penjara,” ungkap Putu Yudha. (did)

Comments

Komentar