Beranda METRO FTA Center Medan Beri Masukan Binaan BI

FTA Center Medan Beri Masukan Binaan BI

BERBAGI

akses.co – FTA Center Medan bekerjasama dengan Bank Indonesia wilayah Sumut mengadakan edukasi publik serta konsultasi Free trade Agreement, Rabu (19/9/2018). Kegiatan yang berlangsung di Aula Kwala Deli Lantai 9 Gedung BI tersebut dibuka Plt Direktur Utama BI Sumatera Utara, Hilman Tisnawan.

Dalam sambutannya, Hilman mengungkapkan, dalam rangka pengembangan UMKM, BI melakukan kerjasama dengan beberapa kementerian dan pihak lainnya yang dituangkan dalam bentuk kesepakatan bersama (nota kesepahaman). Melalui kerjasama dimaksud diharapkan dapat diperoleh sinergi antara BI dengan kementerian/pihak lainnya dalam rangka pengembangan UMKM.

“Kerjasama dimaksud mencakup berbagai bidang antara lain penelitian, peningkatan kapasitas atau pelatihan dan juga pertukaran informasi. Untuk itu ketika BI Menerima informasi adanya FTA Center sudah terbentuk di Medan, maka dengan itu BI bersedia melakukan kegiatan sosialiasai edukasi Free Trade Agreement yang bekerjasama dengan FTA Center Medan,” ungkapnya.

Kegiatan yang bertemakan pemanfaatan akses pasar ekspor oleh pelaku usaha UMKM ini diikuti 200 orang. Para peserta merupakan pelaku usaha UMKM Binaan BI Provinsi Sumatera Utara dan mahasiswa yang tergabung dalam GEMI (Gerakan entrepreneur Mahasiswa Indonesia). Sebagai narasumber, Renny Maisyarah selaku Tenaga Ahli FTA Center Medan, Bidang Perjanjian Perdagangan Internasional (PPI).

Dalam paparannya, Renny mengungkapkan, bahwa pemanfaatan akses pasar dengan FTA harus semaksimalnya di manfaatkan oleh pelaku usaha. Saat ini Indonesia sudah menandatangi beberapa FTA dengan Negara lain diantaranya, ATIGA, ACFTA, IJEPA, AKFTA, AIFTA, AANZFTA, AJCEP. Pada kesempatan ini para pelaku juga dapat langsung berkonsultasi dengan TA Bidang Perjanjian Perdagangan Internasional secara gratis. “Yang perlu diketahui FTA membantu usaha UKM adalah tarif FTA lebih rendah atau nol untuk ekspor dan impor. Ini akan membuat produk lebih kompetitif, prosedur custom bebas gangguan. Selain itu, meningkatkan akses pasar sehingga Investor lebih mudah masuk,” ungkapnya.

Dia menambahkan, dalam konsultasi tersebut ada 4 (empat) pilar dalam peningkatan ekspor dan mempertahankan pasar ekspor dan ekspansi pasar ekspor baru (Afrika, Asia Selatan Timur Tengah, dan Eurasia). Regulation Streamlining untuk semakin meningkatkan kemudahan dan pelayanan di bidang ekspor-impor. “Empat bidang deregulasi yakni, pergeseran prngawasan ke post-border, penyederhanaan perizinan, harmonisasi peraturan dan super kemudahan bagi IKM. Percepat regulasi dan tata kelola e-commerce
penyelesaian perjanjian internasional dalam kerangka PTA, FTA maupun CEPA reposisi dan reorientasi atase perdagangan dan ITPC agar memberikan hasil yang optimal. Perubahan paradigma government agen yang birokratis, agen bisnis serta marketing yang gesit dan responsif,” jelasnya. (eza)

Comments

Komentar