Beranda METRO Eldin Ajak Warga Kota Medan Kurangi Penggunaan Plastik

Eldin Ajak Warga Kota Medan Kurangi Penggunaan Plastik

BERBAGI
Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin didampingi Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan berbincang dengan komunitas pencinta lingkungan pada Peringatan Hari Bumi ke -49 di Lapangan Cadika, Medan, Minggu (21/4/2019).
Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin didampingi Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan berbincang dengan komunitas pencinta lingkungan pada Peringatan Hari Bumi ke -49 di Lapangan Cadika, Medan, Minggu (21/4/2019).

MEDAN, akses.co – Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin mengajak seluruh warga untuk mulai menjaga kebersihan lingkungan dengan cara mengurangi penggunaan plastik. Sebab, plastik akan menjadi sampah yang perlu ratusan bahkan ribuan tahun agar bisa terurai di alam.

Warga juga dihimbau harus senantiasa menggiatkan upaya reboisasi di wilayah tempat tinggalnya masing-masing. Sehingga tanaman hijau mampu menjadi penjaga alam dari potensi banjir sekaligus sebagai penyedia oksigen bagi kehidupan mahluk hidup.

Hal ini disampaikan Eldin ketika menghadiri Peringatan Hari Bumi ke-46 di Bumi Perkemahan Cadika Pramuka Jalan Karya Wisata Medan, Minggu (21/4/2019).

Eldin mengungkapkan, jumlah warga yang peduli dengan lingkungan hidup kini kian banyak, terutama dari kalangan generasi muda, salah satunya pramuka. Pramuka sebagai wadah berkumpulnya insan muda yang kreatif dan inovatif serta berjiwa kepemimpinan yang tinggi merupakan salah satu gerakan pemuda yang senantiasa peduli pada kebersihan lingkungan dan kondisi bumi secara keseluruhan.

“Namun tetap saja jumlahnya tidak sebanding dengan volume harian sampah yang dihasilkan di Kota Medan. Di samping itu lagi kesadaran warga di Kota Medan untuk peduli terhadap lingkungan sampai saat ini masih sangat rendah,” katanya.

Akibat masih rendahnya kesadaran masyarakat tersebut, sungai seolah menjadi tempat sampah terbuka yang biasa dijadikan sebagai lokasi pembuangan sampah masyarakat. Akibatnya volume sampah terus meningkat dan menumpuk di sepanjang aliran sungai.

“Sampah-sampah inilah yang membuat terjadinya pendangkalan dan penyumbatan sungai. Kondisi inilah yang menjadi faktor utama kerapnya Kota Medan dilanda banjir,” ungkapnya.

“Tingkat kesadaran masyarakat yang masih rendah ini harus terus kita ubah sesegera mungkin agar bumi kembali menemukan denyut nadinya demi menopang kehidupan kita di masa kini maupun masa depan. Sebab, semua program yang bisa membantu bumi kembali berseri tidak akan mampu mengubah apapun jika perilaku masyarakat masih belum berubah,” tambahnya.

Sementara itu, Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan, M Husni mrenambahkan, tujuan peringatan Hari Bumi ke-49 digelar untuk membangun kesadaran dan rasa peduli terhadap lingkungan yaitu dengan menjaga agar bumi tidak rusak. Selain itu sebagai sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang permasalahan dan solusi untuk peduli terhadap lingkungan. (eza)

Comments

Komentar