Beranda METRO Eksekusi Pasar Pringgan Ricuh

Eksekusi Pasar Pringgan Ricuh

BERBAGI
saat eksekusi pengosongan Kantor PT TLJ di Basement Pasar Pringgan beberapa waktu lalu.
saat eksekusi pengosongan Kantor PT TLJ di Basement Pasar Pringgan beberapa waktu lalu.

akses.co – Eksekusi pengambilalihan pengelolaan Pasar Pringgan yang dilakukan Satpol PP Kota Medan dibantu kepolisian, TNI, PD Pasar dan instansi lainnya, Selasa (26/9/2017) berlangsung ricuh. Pihak PT Triwira Loka Jaya (TLJ) selaku pengelola yang lama tetap ngotot mengelola pasar tersebut.

Pihak PT TLJ melakukan upaya penghalangan eksekusi seraya melontarkan berbagai argumen, bahwa apa yang dilakukan Pemko Medan tidak tepat. Sebab, bangunan tersebut masih milik mereka. “Kami punya sertifikat. Mana sertifikat pemko, mana bukti ini aset pemko. Mana keputusan pengadilan. Harusnya diselesaikan di pengadilan tersebut,” ungkap perwakilan PT TLJ bermarga lumbangaol dengan nada tinggi.

Menurutnya, Pemko Medan tidak bisa serta merta melakukan eksekusi begitu saja. Seharusnya persoalan ini diselasaikan di pengadilan. Namun, upaya penghalangan dan argumen yang dilontarkan tidak menyurutkan kenginan Pemko Medan untuk mengeksekusi bangunan tersebut. Kasat Pol PP Kota Medan, Muhammad Sofyan memerintahkan anggotanya untuk merapat sekaligus memberikan arahan. “Terima kasih Pak Lumbagaol atas perhatiannya. Kami hanya menjalankan perintah. Tolong pinggir dan jangan menghalangi. Personil segera merapat. Yang tidak berkepentingan pinggir. Jangan ada yang masuk selain petugas,” ungkap Sofyan.

Himbauan Sofyan belum juga digubris. Upaya penghalangan terus dilakukan dengan mengeluarkan kata – kata sebelumnya. Dorong -dorongan pun tidak terelakkan. Selang beberapa menit kemudian, Satpol PP Kota Medan dibantu pihak kepolisian dan TNI berhasil melakukan pengosongan Kantor PT TLJ. Semua barang seperti, komputer, kursi, meja, dan lainnya dikeluarkan. Bahkan sekat triplek dibongkar. Kantor tersebut dikosongkan agar tidak ada kegiatan lagi. Pedagang sendiri sangat mendukung Pemko Medan.

“Barangnya kami sita dulu untuk diinventarisir. Setelah itu baru bisa diambil dengan membuat serah terima barang. Personil Satpol PP dan PD Pasar akan menjaga pasar ini sampai seminggu ke depan,” tambah Kabid Perundang Undangan Satpol PP, Indra Siregar.

Kabag Hukum Setdako Medan, Sulaiman Harahap mengatakan, sertifikat yang dimiliki PT TLJ adalah Hak Guna Bangunan diatas Hak Pengelolaan Lahan Pemko Medan. Kerjasama yang dijalin sudah berakhir 30 Mei 2016 lalu. “Bangunan ini di atas lahan Pemko Medan. Kerjasamanya sudah berakhir,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabag Perlengkapan dan ULP Setdako Medan, SI Dongoran mengatakan, bangunan ini berdiri di atas HPL 1 Pemko Medan. Dia juga mengungkapkan, setelah eksekusi ini, pihaknya akan menstanvaskan bangunan tersebut untuk sementara waktu. Setelah itu barulah dibuat surat serah terima pengelolaan dengan PD Pasar. “Untuk sementara kami tempelkan pemberitahuan, bahwa lahan dan bangunan ini milik Pemko Medan,” tegasnya. (eza)

Comments

Komentar