Beranda METRO Dokter Gigi Palsu Ini Diringkus Saat Obati Pasien

Dokter Gigi Palsu Ini Diringkus Saat Obati Pasien

BERBAGI
Petugas Subdit IV Tipiter Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut hadirkan Ruduni si tersangka kasus dokter palsu. (istimewa)
Petugas Subdit IV Tipiter Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut hadirkan Ruduni si tersangka kasus dokter palsu. (istimewa)

akses.co – Petugas Subdit IV Tipiter Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut meringkus dokter gigi gadungan yang berpraktik dikediamannya di Jalan Jalan Setia Luhur, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Senin (6/8/2018) mengatakan, dokter gigi gadungan tersebut bernama Rudini Arif (27) warga Jalan Bambu II Kiri No 115, Kelurahan Durian, Kecamatan Medan Timur.

“Sebelum ditangkap, tersangka diketahui telah berpraktik sejak tahun 2015,” ungkap Kombes Tatan kepada wartawan, Senin (6/8/2018).

Tatan menjelaskan, penangkapan yang dilakukan kepada dokter gadungan bergelar pendidikan Sarjana Peternakan tersebut dilakukan, setelah petugas mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya dugaan malpraktik dokter gigi yang berlangsung di sebuah rumah tempat tinggal di Jalan Setia Luhur.

“Selanjutnya, polisi langsung melakukan penyelidikan dengan mendatangi tempat praktik itu dengan mempergunakan bantuan informan yang berlakon sebagai calon pasien yang mempunyai keluhan gigi,” beber Tatan.

Kemudian, lanjut Tatan, setelah calon pasien memasuki ruangan praktik dokter gigi, penyidik langsung memasuki rumah yang dijadikan tempat praktik gigi itu. Penyidik melihat tersangka sedang melakukan perawatan dan pengobatan gigi terhadap pasien.

Petugas menemukan alat bukti 1 set TCD, 1 set tool kit, 1 kotak alginate, 1 set mikro motor, 1 kotak alat cetak, 1 set scallet, 2 kaca mata pasien, 1 set suction, 1 handuk alas, 1 set dental, 1 set bahan gigi, 2 ember, 1 kotak masker karet warna hijau, 1 kotak sarung tangan karet dan kaca mulut.

“Tersangka saat itu sedang memakai masker karet warna hijau dan sarung tangan karet warna pink, dengan memegang peralatan kaca mulut yang akan dipergunakan menangani pasien yang sedang menjalani perobatan gigi, sehingga langsung dilakukan penangkapan,” terangnya.

Dokter gigi gadungan ini dipersangkakan dengan UU RI Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran Pasal 77 serta UU RI Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran Pasal 78 sebagaimana dimaksud dalam 73 ayat 1 dan Pasal 73 ayat 2 dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp150.000.000,00. (did)

Comments

Komentar