Beranda METRO Dirut RSU Pringadi “Blak-blakkan “di Rapat Pembahasan LKPj Walikota Medan

Dirut RSU Pringadi “Blak-blakkan “di Rapat Pembahasan LKPj Walikota Medan

BERBAGI
Dirut RSU Dr Pirngadi Medan, Suryadi Panjaitan (paling kiri) memberikan keterangan di rapat pembahasan LKPj bersama Pansus DPRD Kota Medan di ruang Banggar, lantai II gedung DPRD Kota Medan, Senin (16/04/2018). (akses.co/din)
Dirut RSU Dr Pirngadi Medan, Suryadi Panjaitan (paling kiri) memberikan keterangan di rapat pembahasan LKPj bersama Pansus DPRD Kota Medan di ruang Banggar, lantai II gedung DPRD Kota Medan, Senin (16/04/2018). (akses.co/din)

akses.co¬†– Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Dr Pringadi Medan, Suryadi Panjaitan “blak-blakkan” di rapat pembahasan Laporan Kerja Pertanggungjawaban (LKPj) Walikota Medan tahun anggaran 2017, Senin (16/04/2018), terkait buruknya kinerja para tenaga honorer di rumah sakit milik pemerintah itu.

Suryadi Panjaitan mengungkapkan dari total 606 tenaga honorer di RSU Dr Pringadi Medan, 50%nya belum bisa diberdayakan dengan maksimal. Parahnya lagi, dari total 50% itu, sebanyak 25% menjadi perhatian khusus untuk dibina menjadi lebih baik lagi.

“Karena dari total 606 honorer, 50% nya masih kita awasi dan 25% nya harus dibina secara ekstra,” ungkapnya saat rapat pembahasan LKPj tersebut.

Bahkan, Suryadi Panjaitan menambahkan bahwa sebagian para tenaga honor RSU Dr Pringadi Medan itu hanya ditugaskan untuk sebagai pengirim surat saja. Hal itu dikarenakan para tenaga honor tersebut belum memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik.

“Kadang, cuma kita suruh untuk mengirim surat sajalah. Ini, kamu hantarkan surat kesana,” paparnya mencontohkan.

Kedepannya, Suryadi Panjaitan menambahkan bahwa pihaknya akan mensyaratkan calon tenaga honor di RSU Dr Pirngadi Medan harus memiliki SDM yang baik, setidaknya memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,0.

“Untuk asesment masuk kerja di RS Dr Pirngadi harus 3. Agar para tenaga honor itu memiliki SDM yang baik dan bisa kerja,” paparnya.

Selain itu, Suryadi Panjaitan juga menceritakan tentang hutang RSU Dr Pringadi Medan sebanyak puluhan milyar. Hutang tersebut termasuk tunggakan gaji para tenaga honor di RSU Dr Pirngadi Medan yang belum dibayarkan.

“Dari hasil audit BPK, hutang rumah sakit Pirngadi Medan hingga Agustus 2017 sebanyak Rp 64 milyar. Itu hutang dari 2015 sampai 2017, bahkan ada juga hutang dari 2011 sampai Agustus 2017. Sementara, hutang kita dari September sampai Desember 2017 saja, hutang kita ada Rp 40 milyar. Jadi, total ada Rp 100 milyaran lah,” ungkapnya.

Tapi untungnya, Suryadi Panjaitan menambahkan bahwa sebagian hutang tersebut sudah dibayarkan. Suryadi Panjaitan mengaku bahwa hutang Rumah Sakit Umum Dr Pirngadi Medan, hingga Desember 2017 sudah dibayarkan dan sisanya sebanyak Rp 44 milyar. Namun, itu belum ditambah hutang Rumah Sakit Umum Dr Pirngadi Medan dari Januari sampai Maret 2018, karena belum dihitung.

“Hingga saat ni, sudah kita bayarkan gaji tenaga honor hingga bulan 1 dan untuk jasa medik, sudah kita bayar untuk bulan 10 dan 11. Semoga dengan kemampuan kami semaksimal mungkin kami bayar tenaga honor itu,” ungkapnya.

Di sisi lain, Suryadi Panjaitan menambahkan untuk meningkatkan layanan, pihaknya akan membangun Unit Transfusi Darah (UTD). Mengingat, selama ini RSU Dr Pirngadi Medan belum memiliki UTD sendiri dan menyulitkan pihaknya mengatasi masalah transfusi darah pasien di rumah sakit tersebut.

“UTD itu akan kita resmikan 24 April ini. Karena tiap tahun kita keluarkan anggaran sampai milyaran. Makanya, kita bangun unit baru. UTD ini kita bangun untuk efesiensi anggaran,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, anggota Panitia Khusus (Pansus) LKPj Walikota Medan 2017, Beston Sinaga mengaku heran dengan banyaknya tenaga honorer di RSU Dr Pirngadi Medan yang belum diberdayakan dengan maksimal tersebut.

“Tukang bangunan pun ada jadi honor disana, preman pun ada. Saya pernah protes tentang ini,” ungkapnya.

Anggota Pansus LKPj lainnya, Maruli Tua Simanjuntak mengaku heran dengan banyaknya hutang yang dimiliki oleh manajemen RSU Dr Pirngadi Medan tersebut. Mengingat, selama menduduki jabatan ketua Komisi B periode lalu, pihaknya belum pernah mendengar bahwa RSU Dr Pirngadi Medan memiliki hutang.

“Berarti ada data yang belum dibuka Rumah Sakit Pirngadi ini kepada Komisi B. Bapak (Suryadi Panjaitan) masuk ke Pringadi baru beberapa bulan, baru terbuka ada hutang di rumah sakit ini. Soalnya, setiap RDP dengan Komisi B, manajemen Rumah Sakit Dr Pirngadi Medan tidak ada cerita punya hutang. Saya pribadi merasa dibodohi,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pansus LKPj, Rajuddin Sagala mengharapakan Dirut RSU Dr Pirngadi Medan, Suryadi Panjaitan bisa membuat pelayanan rumah sakit itu menjadi lebih baik.

“Mudah-mudahan semua rencana yang baik itu bisa terwujud dan membuat Rumah Sakit Pirngadi ini lebih baik. Mari kita berikan kesempatan kepada Dirut yang baru untuk merubah rumah sakit ini menjadi lebih baik,” paparnya. (din)

Comments

Komentar