Beranda METRO Digitalisasi Ekonomi Buka Peluang Semua jadi Kaya

Digitalisasi Ekonomi Buka Peluang Semua jadi Kaya

BERBAGI

akses.co – Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy, mengingatkan soal perubahan ekonomi ‘jaman now’ yang berbasis teknologi. Pria yang akrab disapa Romi ini, memaparkan digitalisasi ekonomi menggiring masyararakat pada tatanan era ekonomi berbagi (sharing economy).

“Era ekonomi berbagi ini membuka peluang untuk semua orang menjadi kaya. Tidak perduli latar belakang kita orang miskin dan sebagainya. Kalau kita bisa memanfaatkan perkembangan teknologi saat ini dengan benar, maka kita semua bisa sukses,” kata Romi dalam kuliah umum di hadapan sekitar 2.000 mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Rabu (20/12/2017).

Menurutnya, berdasarkan data, pengguna internet di Indonesia mencapai 132 juta orang dan 70 juta orang di antaranya aktif di media sosial. Perusahaan berbasis teknologi informasi hari ini menjadi 4 perusahaan dengan valuasi terbesar di dunia mengalahkan para raksasa energi hanya dalam hitungan 2-3 dekade, yaitu Apple, Alphabet, Microsoft dan Amazon.

Anggota Komisi XI (Keuangan) DPR RI ini menyebut sharing economy atau ekonomi berbagi dikutip dari buku What’s Mine is Yours. Saat ini apa yang menjadi milik kita juga bisa dimanfaatkan orang lain secara komersil. Saat ini juga, aset fisik menjadi semakin tak bernilai dibandingkan dengan kreativitas dan inovasi.

“Hal ini dapat dilihat dari banyaknya start up yang berkembang pesat. Seperti Gojek, Grab, dan Bukalapak. Ekonomi berbagi ini membuat satu sama lain saling bermanfaatkan dan memajukan ekonomi,” katanya dalam kuliah umum yang juga dihadiri Rektor UINSU Prof Saidurrahman, Ketua Alumni UINSU, Fadly Nurzal.

Dia mencontohkan bagaimana GO-JEK yang baru 6 tahun berdiri nilai perusahaannya sudah Rp 39 triliun, 3 kali lipat lebih dari Garuda Indonesia yang hanya Rp 12 triliun. Romi menyemangati para mahasiswa untuk menjadi technopreneur. Menurutnya profesi itulah satu-satunya profesi yang memiliki kemerdekaan finansial dan pendapatan tanpa batas karena berbasis inovasi.

Dalam kesempatan itu, Romi juga menyinggung soal kondisi pertumbuhan ekonomi syariah belum menggembirakan meski sudah dimulai sejak 1991 yang ditandai dengan berdirinya Bank Muammalat. Menurutnya, banyak faktor yang menyebabkan hal ini, salah satunya adalah khilafiah tentang bunga bank sebagai riba. Kata dia, ulama bersepakat bahwa riba adalah haram. Tapi soal bunga itu haram atau tidak, ada beberapa ulama yang berbeda pandangan.

“Ini ke depan saya kira perlu direkonsiliasi sehingga bisa menjadi pendorong ekonomi syariah semakin berkembang. Apalagi UINSU memiliki Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam terbaik nomor tiga se Indonesia, saya pikir bisa semakin memperkuat ekonomi Indonesia yang lebih Islami, ekonomi syariah,” bebernya.

Rektor UINSU, Prof Saidurrahman, dalam sambutannya, mengaku berterimaksih atas kedatangan Anggota Komisi XI DPR RI, Romahurmuziy di kampus UINSU. Menurutnya, tantangan masa depan akan lebih kompleks. “Kami meyakini ceramah umum yang disampaikan, akan menjadi bekal bagi mahasiswa kami bergerak maju bersama UINSU yang juara,” tegasnya.

Saidurrahman juga melaporkan, bahwa dalam masa satu tahun menjabat sebagai Rektor UINSU, pihaknya berhasil menaikkan akreditasi UINSU menjadi Akreditasi B. Selanjutnya, UINSU juga memastikan ma’had al jamiah (asrama mahasiswa) bisa digunakan pada 2019. “UINSU mencoba menjawab arahan Menteri Agama RI, bahwa semua UIN harus memiliki asrama mahasiswa pada 2019,” pungkasnya.

Tampak hadir juga dalam kegiatan itu, Wakil Rektor I UINSU Prof Syafaruddin, Wakil Rektor III Prof Amroeni Drajat, para dekan, Sekretaris DPD KNPI Sumut Ikbal Hanafi Hasibuan, Ketua DPW PPP Sumut Yulizar Parlagutan Lubis dan dosen-dosen UINSU. (rih)

Comments

Komentar