Beranda METRO Di Medan Dua Pengedar Pil PCC Diringkus

Di Medan Dua Pengedar Pil PCC Diringkus

BERBAGI
AKBP Ganda Saragih saat memaparkan kasus pengungkapan pil PCC di Polrestabes Medan, Jumat (22/9/2017) siang. (akses.co/did)
AKBP Ganda Saragih saat memaparkan kasus pengungkapan pil PCC di Polrestabes Medan, Jumat (22/9/2017) siang. (akses.co/did)

akses.co – Peredaran pil Paracetamol Cafein Carisoprodol (PCC) yang sebelumnya viral di media sosial kini juga beredar di Medan, Sumatera Utara.

Dua pengedarnya yakni inisial JP (49) warga Jalan Mandala dan EW (55) warga Jalan Krakatau diringkus Sat Reserse Narkoba Polrestabes Medan. Dua tersangka diringkus di dua tempat kejadian perkara yakni di kediamannya masing-masing.
Dari pengungkapan ini petugas mengamankan barang bukti 1994 butir pil PCC, 164 butir atarak, 1170 pil THCL, 137 atarak, 30 butir prisium, 4 ampul fentanyl, 10 butir tromodol, 12 butir valisambe, 15 butir librax, 10 butir alpraszolam dan 8 codifront.

Kasat Reserse Narkoba Polrestabes Medan AKBP Ganda Saragih didampingi Wakasat Reserse Narkoba Kompol Yudi Frianto saat pemaparan pada wartawan, Jumat (22/9/2017) menyebutkan temuan pil PCC memang saat ini sedang viral di media sosial. Di Sulawesi sudah ada sekitar 60 orang remaja yang ditemukan menggunakan pil PCC ini.

“Nah di Medan sendiri sudah mulai beredar dan dua orang tersangka sudah kita amankan dari dua lokasi berbeda. Awalnya kita meringkus tersangka JP dan ditemukan 186 butir PCC. JP mengaku membeli dari tersangka EW yang membuka usaha apotik di kawasan Jalan Krakatau. Dari EW kita temukan barang bukti yang kita saksikan sendiri,” ungkap AKBP Ganda Saragih.

Kata dia lagi, tersangka JP membeli pil PCC dari EW per butirnya Rp7000. Dan JP menjualkannya lagi seharga Rp10000 per butirnya.

“Peredaran di Medan sudah cukup lama. Nah tersangka JP sudah 5 kali membeli pil PCC dari EW. Sebenarnya peredaran ini sudah lama ditarik oleh Balai POM. Namun ternyata kembali beredar lagi. Untuk tersangka dijerat Pasal 197 jo 106 ayat 1 dari UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan atau Pasal 204 ayat 1 KUHPidana dengan hukuman 15 tahun penjara,” tandasnya. (did)

Comments

Komentar