Beranda METRO Buka Munas KAHMI, Jokowi Ingatkan Perubahan Politik Global

Buka Munas KAHMI, Jokowi Ingatkan Perubahan Politik Global

BERBAGI
Presiden Jokowi didamping Mahfud MD, Zulkifli Hasan, Osman Sapta, Akbar Tandjung dan Tengku Erry menabuh gondang dalam pembukaan Munas 10 KAHMI di Medan. (akses.co/wan)
Presiden Jokowi didamping Mahfud MD, Zulkifli Hasan, Osman Sapta, Akbar Tandjung dan Tengku Erry menabuh gondang dalam pembukaan Munas 10 KAHMI di Medan. (akses.co/wan)

akses.co – Presiden Joko Widodo membuka Musyawarah Nasional (Munas) ke 10 Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) 2017, Jumat (17/11/2017) di Hotel Santika Medan. Dalam pidatonya, Jokowi mengingatkan tantangan berat yang dihadapi Indonesia.

Jokowi dalam sambutannya mengatakan tantangan Negara kita kedepan semakin berat, bermunculan perubahan-perubahan yang tidak terduga. Seperti perubahan dari internet ke mobile internet, dari mobile internet ke artifisial intelejen, ke robotik.

“Perubahan dunia bergerak begitu cepat sekali, tantangan seperti ini harus kita antisipasi. Kita jangan terjebak pada rutinitas, pada sikap-sikap yang monoton yang setiap hari kita lakukan dalam keseharian. Perubahan itu ada di depan mata kita. Kecepatan teknologi dan perubahan itu mendahului dari apa yang kita perkirakan,” kata Jokowi.

Hadir pada kesempatan itu hadir Ketua Umum KAHMI Mahfud MD dan keluarga besar KAHMI, Menteri Kabinet Kerja, Ketua MPR RI, Ketua DPD RI, Gubernur Sumut HT Erry Nuradi dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Kapolri Tito Karnavian, Akbar Tanjung, Forkopimda Sumut dan undangan lainnya.

Jokowi menambahkan, dia meyakini jika nantinya landscape politik global berubah, landscape ekonomi global berubah, landscape interaksi sosial berubah, landscape politik nasional juga akan berubah begitu juga dengan landscape interaksi sosial nasional dan ekonomi nasional juga akan berubah. “Dan ini nantinya akan bergerak ke daerah. Inilah antisipasi yang harus kita siapkan dan kita pikirkan bersama-sama,” kata Jokowi.

Kata Jokowi ini juga akan mengubah perilaku sosial bila kita tidak memperkuat karakter building, sumber daya manusia dengan nilai-nilai agama, budaya, dan nilai-nilai Keindonesiaan yang kita miliki. Jokowi pada kesempatan itu juga mengharapkan agar pemerintah dan masyarakat Indonesia memerlukan mitra-mitra baru untuk mengantisipasi perubahan global yang begitu cepat.

“Kita juga sudah terlalu lama selalu melihat ke barat, eropa, amerika atau Jepang. Bahwa mitra baru itu diperlukan. Oleh sebab itu setelah pelantikan 2014 lalu, saya pergi ke timur tengah, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Iran, Qatar, untuk keseimbangan posisi yang sangat diperlukan,” ujar Presiden.
Ketua umum KAHMI Prof Mahfud MD. Bahwa KAHMI sangat berterima kasih kepada Presiden Jokowi yang telah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Pendiri HMI Larfan Pane. “Dengan dianugerahinya gelar pahlawan nasional kepada pendiri HMI maka dalam ikut merajut ikatan kebangsaan dan menjaga NKRI yang berdasarkan Pancasila akan semakin kuat posisinya dalam mosaik sejarah Indonesia,” ujar Mahfud.

Gubsu Erry kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi Karena perhatiannya yang cukup besar kepada masyarakat khususnya masyarakat Sumatera Utara. Dan berterimakasih karena bisa hadir pada even nasional dimana Sumatera Utara dipercayakan sebagai tuan rumah. (rur)

Comments

Komentar