Beranda METRO Berkomplot Curi Sepeda Motor, IRT Cs Disikat Polisi

Berkomplot Curi Sepeda Motor, IRT Cs Disikat Polisi

BERBAGI
Ini pelaku sindikat curanmor salah satunya adalah seorang IRT di Polsekta Medan Area. (ist)
Ini pelaku sindikat curanmor salah satunya adalah seorang IRT di Polsekta Medan Area. (ist)

akses.co – Seorang ibu rumah tangga bernama Rutmaya Herlina, (47) warga Jalan Perwira I, Lorong Asbes, Kelurahan Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur diciduk polisi.

Pasalnya ia dan rekan-rekan yang juga ikut diciduk terlibat aksi pencurian sepeda motor di Pasar Cemara, Kecamatan Medan Timur. Rekan-rekan Rutmaya yang juga diringkus polisi adalah Jamal Hariandi alias Jambul (29) warga Jalan Marelan 7, Pasar 1 Tengah, Kecamatan Medan Marelan.

Abdi Pranata (29) warga Jalan Masjid Ulayat, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli. Zul Putra aluas Zakir (28) warga Jalan Alumunium, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Timur.

Kemudian Zal Fatrik Jonathan Napitupulu alias Herik (25) warga Tanjung Mulia Hilir, Lorong Padi, Medan Deli dan Arya Mai Reza (20) warga Jalan Asrama, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel Baru, Kecamatan Medan Timur.

Pengungkapan kasus pencurian sepeda motor ini berawal dari laporan korban bernama Rudi Hartono (41) warga Jalan Cemara, Desa Sampali, Kecamatan Percut Seituan. Rudi kehilangan sepeda motornya saat berada di Pasar Cemara. Lalu korban membuat laporan ke polisi.

Dari hasil penyelidikan petugas meringkus Arya Mai Reza di Jalan Krakatau tepatnya di Simpang Jalan Jati, Kecamatan Medan Timur. Namun sayang rekannya atas nama Iqbal yang diketahui warga Jalan Asrama Medan melarikan diri.

Penangkapan Arya lalu ditindak lanjuti. Ternyata mereka adalah sindikat curanmor yang sudah sekian kali beraksi. Petugas menemukan barang bukti berupa 4 unit sepeda motor 1 kunci letter T.

Kapolsekta Medan Area Kompol Hartono pada wartawan Senin (25/9/2017) membenarkan penangkapan pelaku curanmor dan seorang IRT yang berperan sebagai penadah.

“Saat ini para pelaku kasus curanmor berikut barang buktinya sudah diamanka. Ibu rumah tangga berperan sebagai penadah barang hasil curian. Ada seorang pelaku yang DPO,” ungkap Hartono. (did)

Comments

Komentar