Beranda METRO BAP Atlet Asing, Imigrasi Belawan Malah Diprotes

BAP Atlet Asing, Imigrasi Belawan Malah Diprotes

BERBAGI
RDP Komisi A DPRD Kota Medan dengan Imigrasi Belawan di ruang Komisi A DPRD Kota Medan, Selasa (14/11/2017). (akses.co/ istimewa)
RDP Komisi A DPRD Kota Medan dengan Imigrasi Belawan di ruang Komisi A DPRD Kota Medan, Selasa (14/11/2017). (akses.co/ istimewa)

akses.co – Imigrasi Belawan mendapatkan protes keras dari penggiat olahraga di Kota Medan. Pasalnya, Imigrasi Belawan melakukan pemeriksaan terhadap atlet dari luar negeri, Filipina dan Malaysia yang sedang melakukan pertandingan persahabatan atau eksebisi di Kota Medan.

Masyarakat penggiat olahraga di Kota Medan memprotes keras atas sikap Imigrasi Belawan, karena hal itu bukan saja menjadi preseden buruk bagi Kota Medan tapi bagi Indonesia secara keseluruhan.

Protes keras tersebut disampaikan salah seorang penggiat olahraga di Kota Medan, Landen Marbun, usai menerima aspirasi masyarakat terkait keluhan itu, Selasa (14/11/2017).

Landen mengungkapkan pertandingan di bidang olahraga itu merupakan kegiatan yang wajib didukung. Sebab, katanya, kegiatan ini merupakan olahraga yang membawa harum nama bangsa dan negara.

“Terus terang, kami kecewa karena ini menjadi preseden buruk atas keberadaan di Indonesia. Bagaimana mungkin atlet yang sedang bertanding, tiba-tiba dipanggil pihak Imigrasi dan dilakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP),” ungkapnya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi A DPRD Kota Medan dengan Imigrasi Belawan itu.

Anggota DPRD Kota Medan ini menceritakan, peristiwa itu sendiri terjadi pada tanggal 5 Oktober 2017, dimana Metal Club melaksanakan pertandingan bola basket dengan mengundang tim dari Malaysia dan Filipina.

Namun, Landen menambahkan tiba-tiba pihak Imigrasi datang memanggil atlet dari luar negeri tersebut dilakukan pemeriksaan. “Mereka itu diundang hanya untuk pertandingan. Mereka itu bukan profesional yang mencari kehidupan dengan keahliannya dalam bidang olahraga. Kalau profesional bolehlah,” ungkapnya.

Bayangkan, jika atlet dari Indonesia diberlakukan seperti itu saat melakukan pertandingan eksebisi.

Dalam RDP di Komisi A DPRD Kota Meda yang dipimpin Ketua Komisi, Sabar Sitepu, Kepala Kantor Imigrasi Belawan, Said Ismail, meminta maaf atas kinerja anggotanya yang melakukan BAP.

“Saya tidak tahu kalau di BAP. Setahu saya, hanya ditahan paspornya,” ungkap Said.

Bahkan, guna memastikan kalau anggotanya benar melakukan BAP, Said, menelpon langsung anggotanya dengan mengeraskan spekaer ponselnya saat RDP itu. Dari hasil pembicaraan terungkap para atlet dari luar negeri yang melakukan pertandingan basket di GOR Cemara benar diBAP.

Atas dasar itu, Said berterima kasih kepada anggota dewan atas masukan yang diberikan dan berjanji akan lebih selektif lagi melakukan pengawasan terhadap anggotanya. “Saya berterima kasih atas masukan dari dewan. Atas peristiwa pemanggilan itu, sekali lagi saya minta maaf. Itu diluar sepengetahuan saya dan saya akan memberikan kronologis pemanggilan kepada dewan dan akan mengantarnya sendiri. (din)

Comments

Komentar