Beranda METRO Astra Jaga Keselamatan Remaja Berlalu Lintas

Astra Jaga Keselamatan Remaja Berlalu Lintas

BERBAGI
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi (kemeja putih) bersama-sama menekan tombol sebagai tanda dideklarasikannya program Indonesia Ayo Aman Berlalu Lintas (IAABL) sebagai rangkaian acara HUT Astra ke 60 di Kota Binjai, Minggu (24/09/2017). (akses.co/din)
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi (kemeja putih) bersama-sama menekan tombol sebagai tanda dideklarasikannya program Indonesia Ayo Aman Berlalu Lintas (IAABL) sebagai rangkaian acara HUT Astra ke 60 di Kota Binjai, Minggu (24/09/2017). (akses.co/din)

akses.co – Tingginya angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas yang didominasi oleh usia remaja, menjadi tugas penting bagi seluruh pihak untuk meminimalisir angka kecelakaan tersebut.

Masalah keselamatan berkendara sudah menjadi masalah nasional. Seluruh instansi pemerintahan turun tangan berpartisipasi mengatasi masalah tersebut.

Usai dua jenderal, Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letnan Jenderal TNI, Edy Rahmayadi (empat kanan), Direktur Keamanan dan Keselamatan Korlantas Polri, Brigadir Jenderal Pol Dr Chryshnanda Dwilaksana M.Si turun tangan mengkampanyekan program Indonesia Ayo Aman Berlalu Lintas (IAABL), Sabtu (23/09/2017), kini giliran Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mendeklarasikan program IAABL, Minggu (24/09/2017) besutan PT Astra International Tbk itu.

Para polisi cilik binaan Satlantas Polresta Binjai menunjukkan kemampuannya di acara HUT Astra ke 60 di Kampung Berseri Astra, Kota Binjai, Minggu (24/09/2017). (akses.co/din)
Para polisi cilik binaan Satlantas Polresta Binjai menunjukkan kemampuannya di acara HUT Astra ke 60 di Kampung Berseri Astra, Kota Binjai, Minggu (24/09/2017). (akses.co/din)

Diketahui, program IAABL bentuk kepedulian PT Astra International Tbk di bidang keselamatan berlalu lintas yang dikemas secara menarik kepada pelanggan, masyarakat dan pelajar. Diharapkan, program IAABL ini dapat mengedukasi masyarakat tentang tertib berlalu lintas.

Program kampanye keselamatan berkendara ini merupakan bentuk kontribusi positif Astra untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas.

Budi Karya Sumadi mengungkapkan generasi muda merupakan aset bangsa yang harus dilindungi dari berbagai hal, termasuk juga dari kecelakaan lalu lintas yang bisa menyebabkan hilangnya nyawa generasi muda itu.

“Keselamatan berlalu lintas menjadi hal penting bagi kita dan menjadi tanggungjawab kita bersama. Baik, pemerintah maupun pihak swasta. Seperti halnya yang dilakukan Astra ini, mengkampayekan program keselamatan berlalu lintas, melalui program IAABL,” ungkapnya di acara deklarasi IAABL dalam rangkaian HUT Astra ke 60 di Kampung Berseri Astra, Desa Cengkeh Turi, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi (kemeja putih) mengedukasi sejak dini kepada murid-murid SD tentang tertib berlalu lintas di acara HUT Astra ke 60 di Kota Binjai, Minggu (24/09/2017). (akses.co/din)
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi (kemeja putih) mengedukasi sejak dini kepada murid-murid SD tentang tertib berlalu lintas di acara HUT Astra ke 60 di Kota Binjai, Minggu (24/09/2017). (akses.co/din)

Budi Karya Sumadi menambahkan berdasarkan data Global Status Report on Road Safety yang dikeluarkan World Health Organization (WHO) kecelakaan lalu lintas didominasi oleh usia remaja, 15 sampai 20 tahun dan 61% penyebab terjadinya kecelakaan dikarenakan faktor human error. Data itu diambil dari berbagai negara maju dan berkembang, termasuk Indonesia.

“Jika manusianya benar, maka kecelakaan lalu lintas itu bisa dihindari. Untuk itu, para remaja harus terus diberikan pengetahuan tentang bahaya kecelakaan lalu lintas,” jelasnya.

Selain itu, Budi menambahkan umumnya korban kecelakaan lalu lintas didominasi oleh para pengendara motor. Pengendara motor rentan menjadi korban kecelakaan. “Intinya, sebisa mungkin, kita menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas itu,” pungkasnya.

Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Leny Nurhayanti Rosalin  mengungkapkan berdasarkan data WHO, dari 1 juta orang korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas di dunia, 80%nya merupakan berusia remaja. Artinya, ada 800 ribu remaja meninggal dunia dikarenakan kecalakaan lalu lintas.

“Dari 800 ribu korban meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas itu, 100 ribunya ada di Indonesia yang berasal dari anak SD, SMP dan SMA. Makanya, kami berterima kasih kepada Astra yang turut serta membantu pemerintah dalam rangka menurunkan angka kecelakaan lalu lintas yang umumnya masih berusia sekolah,” ungkapnya yang turut hadir di acara itu.

Leni menambahkan Indonesia memiliki 87 juta anak-anak dan remaja yang berasal dari 60 juta keluarga. Berdasarkan data itu, Leni mengungkapkan Indonesia berencana akan menjadi negara layak anak yang dimulai dari meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas.

“Sangat tepat sekali Astra mengembangkan program kampanye aman berlalu lintas IAABL ini yang dimulai dari anak-anak dan remaja. Karena, di tahun 2030, kita berencana menjadikan Indonesia jadi negara layak anak yang dimulai dari mengurangi angka kecelakaan lalu lintas dan indikator lainnya yakni dari faktor kesehatan dan lingkungan,” pungkasnya.

Chief of Corporate Communications, Social Responsibility and Security PT Astra International Tbk, Pongki Pamungkas mengungkapkan dimanapun PT Astra International Tbk berbisnis, pihaknya harus memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar.

Untuk itu, Pongki meminta agar masyarakat mendukung program IAABL PT Astra International Tbk itu.

“Astra bersyukur, kami bisa tumbuh mulai tahun 1957 dan sekarang persis berusia 60 tahun. Perusahaan ini bermula dari usaha kelontong kecil yang didirikan oleh William Soeryadjaya yang punya cita-cita yang harus dicapai yakni sejahtera bersama bangsa,” ungkapnya.

Kini, Astra telah tumbuh dan berkembang menjadi perusahaan besar yang telah memiliki 220 perusahaan dan 215 ribu karyawan di seluruh Indonesia.

Pongki menambahkan 25 tahun lalu, Astra lebih dikenal sebagai perusahaan otomotif, karena komposisi perusahaan otomotifnya 80% dan sisanya perusahaan non otomotif.

Sebagai penyuplai dan produsen kenderaan roda dua dan empat terbesar di Indonesia, sudah selayaknya PT Astra International Tbk berkomitmen untuk terus berkampanye mensosialisasikan program IAABL yang bertujuan untuk meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas.

“Sekarang komposisinya sudah berubah. 55% perusahaan otomotif dan sisanya non otomotif. Ini perubahan yang signifikan. Sebagai tuntutan Astra untuk mengembangkan diri yang tetap berkomitmen untuk sejahtera bersama bangsa,” pungkasnya. (din)

Comments

Komentar