Beranda METRO APTISI Dorong STIK-P jadi Institut Ilmu Komunikasi

APTISI Dorong STIK-P jadi Institut Ilmu Komunikasi

BERBAGI
Logo APTISI
Logo APTISI

akses.co – Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (APTISI) Wilayah Sumut, Dr H Bahdin Nur Tanjung SE MM, mendorong Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan (STIK-P) Medan menjadi institut. Dengan demikian akan terjadi pengembangan program studi untuk memenuhi kebutuhan dunia industri dan masyarakat.

“Saat ini kita sudah berada di era Revolusi Industri 4.0. Saya berharap STIK-P Medan yang sudah berpengalaman melahirkan sarjana-sarjana komunikasi akan semakin berkembang, kalau perlu meningkat statusnya menjadi institut. Untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” kata Bahdin dalam salah satu bagian sambutannya di acara Wisuda Sarjana Angkatan XXVII STIK-P Medan, kemarin.

Menurutnya, hal itu sangat mungkin dilakukan. Dengan kesolidan tim, yayasan dan pengelola, yang ada di STIK-P, pengembangan pendidikan STIK-P akan bisa diwujudkan. Bahdin juga mengucapkan selamat kepada STIK-P menyumbangkan hasil karyanya dalam menghasilkan SDM berkualitas di bidang komunikasi. Bahdin menilai peran komunikasi sangat besar dalam mengikuti perkembangan dunia.

“Untuk itu saya meminta kepada para PTS yang tergabung dalam APTISI termasuk STIK-P untuk terus menempah mahasiswa yang berkualitas. Ini karena saat ini pemerintah sudah tidak lagi membeda-bedakan antara mahasiswa lulusan perguruan tinggi swasta atau negeri,” ujarnya.

Ketua BPH STIK-P juga mewakili Ketua Yayasan Pendidikan Ani Idrus (YPAI) Hj Ida Tumengkol BComm MHum mengatakan tahapan berat belajar selama empat atau lima tahun di bangku kuliah kini sudah selesai. Itu patut disyukuri karena tidak semua orang dapat mengecap pendidikan. Sejatinya makna wisuda adalah tanggung jawab atas ilmu yang diperoleh selama di kampus dan praktik di lapangan, sehingga beragam ilmu yang telah kita pelajari bisa bermanfaat untuk masyarakat, bangsa, dan negara.

“Wisuda bukan akhir segalanya, tapi awal dari proses kehidupan panjang yang terbentang di depan mata. Setelah ini, wisudawan akan memulai babak baru dalam kehidupannya dan diharapkan tetap berjuang mendapat pekerjaan yang cocok dengan keilmuan dan passion yang dimiliki,” pungkasnya.(rur/rel)

Comments

Komentar