Beranda METRO Angka Perceraian di Kota Medan Sangat Tinggi

Angka Perceraian di Kota Medan Sangat Tinggi

BERBAGI

akses.co – Dari 3000 kasus yang ditangani Pengadilan Agama Kelas 1 Medan selama setahun terakhir, 80% diantaranya adalah perceraian. Sedangkan sisanya kasus lain seperti, warisan, pembagian harta gono gini, dan lainnya.

“Dari 3.000 kasus yang ditangani, 80% merupakan kasus perceraian. Sisanya menyangkut masalah harta warisan, harta gono-gini, hak asuh anak serta ekonomi syariah. Ekonomi syariah saat ini tidak hanya menyangkut Islam saja, tapi juga di luar Islam,” jelas Ketua PA kelas I Medan, Misran ketika bertemu Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, Rabu (11/4/2018).

Misran menjelaskan, faktor yang menjadi penyebab utama kasus perceraian yang ditangani menyangkut masalah ekonomi, kurang bertanggung jawab, adanya pihak ketiga serta adanya campur tangan keluarga. “Tapi pemicu utama perceraian yang kita tangani adalah faktor ekonomi. Dari 80% kasus perceraian yang kita tangani, lebih 50% pemicunya disebabkan karena faktor ekonomi,” jelasnya.

Dia menambahkan, pihaknya juga berupaya sekuat tenaga melakukan mediasi dengan pasangan suami istri yang mengajukan gugatan cerai. Untuk mendukung mediasi, Misran mengatakan, mereka juga melibatkan sejumlah mediator seperti orang-orang terdekat, keluarga dan ulama agar pasangan suami istri berdamai kembali sehingga mengurungkan niat melakukan perceraian.

Sementara itu, Dzulmi Eldin mengaku prihatin dan miris melihat tingginya kasus perceraian di Kota Medan. “Saya sangat prihatin dan merasa miris dengan tingginya angka perceraian di Kota Medan. Padahal kita ketahui bersama bahwa anaklah yang menjadi korban akibat dampak dari perceraian tersebut. Selain psikologis, masa depan anak juga ikut terganggu. Untuk itulah saya berpesan kepada pasangan suami istri agar berpikir panjang sebelum memutuskan perceraian,” kata Eldin. (eza)

Comments

Komentar