Beranda INSPIRASI Alumni 1994 SMAN 6 Medan Berbagi dengan Anak Yatim

Alumni 1994 SMAN 6 Medan Berbagi dengan Anak Yatim

BERBAGI
Alumni SMAN 6 Medan berfoto bersama usai buka puasa bersama anak yatim, Rabu (29/5/2019)
Alumni SMAN 6 Medan berfoto bersama usai buka puasa bersama anak yatim, Rabu (29/5/2019)

MEDAN, akses.co – Memeringati hari jadi ke-25, Alumni SMAN 6 Medan Angkatan 1994 berbagi kebahagiaan bersama anak-anak yatim piatu, Rabu (29/5/2019).

Terlebih, peringatan ini bertepatan dengan bulan Ramadhan yang penuh dengan berkah, maka dimanfaatkan oleh alumni SMAN 6 Medan ini dengan berbagi pada sesama. Salah satu cara membagikan kebahagiaan mereka, ialah dengan berbuka bersama anak yatim yang digelar di rumah Muchdalisa Zein (Bendahara Angkatan 1994) di Jalan Utama, Medan. Sebelum berbuka puasa bersama, acara yang dimulai sekitar pukul 16.30 WIB itu diisi dengan tausyiah yang dibawakan oleh Ust. Muchlis Al Marwazi Panjaitan.

Panitia Acara, Rahman Tahir, didampingi Sekretaris Nova Satriana Lubis mengatakan melalui kegiatan ini mereka ingin berbagi kepada sesama di bulan yang penuh berkah ini. Selain itu, kegiatan ini sekaligus dijadikan ajang silaturahmi Alumni SMAN 6 Medan. Alumni lulusan tahun 1994 itu mengungkapkan, persaudaraan antar alumni harus senantiasa dijaga. Apalagi Alumni 1994, sudah berumur 25 tahun.

“Sesama alumni lebih ditingkatkan komunikasi dan semakin mempererat persaudaraan. Dan mungkin ini hanya merupakan kegiatan awal dari ulang tahun yang ke-25 alumni 1994 , selanjutnya nanti akan ada beberapa rangkaian acara yang akan disusun,” kata Tahir.

Selain menjaga tali silaturahmi antar sesama alumni, kita juga ingin membagikan kebahagiaan kepada sesama. Memuliakan anak yatim, maka akan mendapatkan pahala. “Apalagi di bulan berkah ini, kita harus berbuat baik kepada sesama,” ujar Tahir.

Tahir mengatakan, pada acara ini dihadiri oleh hampir seluruh alumni dari satu angkatannya. Selain itu, mereka juga mengundang keluarga sesama stambuk yang sudah meninggal. Dirinya mengatakan, meskipun teman seangkatannya telah tiada, namun silaturahmi dengan keluarga almarhum harus senantiasa dijaga. “Ada tiga keluarga alumni 94 yang telah mendahului kami dan lima orang anak yang kita berikan santunan kepada keluarga alumni serta anak yatim yang diundang,” katanya.

Cici yang mewakili keluarga Alumni 1994 yang suaminya telah meninggal mengatakan sangat berterima kasih khususnya kepada kawan-kawan alumni. Walaupun almarhum suaminya telah meninggal komunikasi terhadap sesama keluarga alumni tidak putus dan berharap lebih dieratkan lagi.(rih)

Comments

Komentar