Beranda METRO Ahli Bahasa: Postingan Anthony Membuat Marah Umat Islam

Ahli Bahasa: Postingan Anthony Membuat Marah Umat Islam

BERBAGI
saksi ahli dari Balai Bahasa Sumatera Utara (Sumut), Agus Bambang Hermanto saat memberikan keterangan di ruang Cakra 7 PN Medan, Senin (10/7/2017). (akses.co/sam)
saksi ahli dari Balai Bahasa Sumatera Utara (Sumut), Agus Bambang Hermanto saat memberikan keterangan di ruang Cakra 7 PN Medan, Senin (10/7/2017). (akses.co/sam)

akses.co – Penayangan (posting) Anthony Ricardo Hutapea, 62, di akun facebook miliknya soal agama Islam, berdampak kemarahan bagi umat islam ‎lantaran dinilai merendahkan kepercayaan umat.

Hal itu, disampaikan saksi ahli dari Balai Bahasa Sumatera Utara (Sumut), Agus Bambang Hermanto pada lanjutan sidang penistaan agama dengan terdakwa Anthony di ruang Cakra 7 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (10/7/2017) siang. Di hadapan majelis hakim yang diketuai Erintuah Damanik, selain merendahkan agama islam, Anthony juga dinilai menebarkan kebencian yang membuat keresahan di tengah masyarakat.

“‎Kalimat-kalimat yang di-posting di facebook saudara Anthony Hutapea, saya berikan penilaian, ada kalimat merendahkan dan melakukan penistaan agama dan membuat kemarahan orang Islam,” sebut Agus pada sidang yang dihadiri puluhan massa berbagai elemen organisasi kemasyarakatan (ormas) yang tergabung dalam Gerakan Anti Penistaan Agama Islam (GAPAI) Sumut itu.

Agus menjelaskan, selain menghina agama Islam, Anthony dalam postingan di facebooknya juga merendahkan Nabi Muhammad SAW dan istrinya, Aisyah RA. “Saya jelasin satu persatu, terdakwa merendahkan Al Quran dengan mengatakan sebagai jiplakan ‎Bibel. Artinya jiplak itu adalah membuat karangan orang tanpa izin. Ini sebagai bentuk merendahkan kita Suci Al Quran. Itu membuat kemarahan dan permusuhan di tengah masyarakat,” tutur Agus.

Majelis hakim yang diketuai Erintuah Damanik mempertanyakan kesimpulan dari kasus itu kepada saksi. Dengan tegas, Agus mengatakan terdakwa sudah melakukan penistaan agama.

Selain Agus, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sindu Utomo pada sidang kelima itu juga menghadirkan dua ahli lain yakni, Ahmad Zuhri dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota ‎Medan dan Romi Faddli, saksi ahli dari Fakultas ilmu Komputer (Fasilkom) Teknologi Informasi (TI) Universitas Sumatera Utara (USU). (sam)

Comments

Komentar