Beranda METRO Ada “Green Shappire” di KBA Cengkeh Turi

Ada “Green Shappire” di KBA Cengkeh Turi

BERBAGI
Kepala Lingkungan 6, Cengkeh Turi, Tri Suci Ariati (kanan) Ketua Pilar Lingkungan Hidup KBA Binjai, Sri Arita (kiri), Ketua KBA Cengkeh Turi, Suriya Wano (belakang) dan karyawan Astra lainnya berfose bersama di KBA Cengkeh Turi, Binjai, Sabtu (10/11/2018). (akses.co/din)
Kepala Lingkungan 6, Cengkeh Turi, Tri Suci Ariati (kanan) Ketua Pilar Lingkungan Hidup KBA Binjai, Sri Arita (kiri), Ketua KBA Cengkeh Turi, Suriya Wano (belakang) dan karyawan Astra lainnya berfose bersama di KBA Cengkeh Turi, Binjai, Sabtu (10/11/2018). (akses.co/din)

akses.co – Bagai kemilau permata “green shappire”, warna hijau daun tanaman hidroponik berkilauan di Kampung Berseri Astra (KBA), Cengkeh Turi, Binjai Utara, Kota Binjai, Sumatera Utara.

Tanaman hidroponik menjadi primadona baru bagi para warga di KBA Binjai itu. Wajar saja, selain bisa dikonsumsi sendiri, tanaman hidroponik pun bisa dipasarkan dengan dikelola menjadi berbagai hidangan kuliner dengan harga jual yang sangat menggiurkan, sama halnya dengan harga permata green shappire yang tinggi selangit.

Harga jual tanaman hidroponik lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman bermedia tanah. Alasannya, tanaman hidroponik lebih bersih dibandingkan tanaman bermedia tanah.

Tanaman hidroponik, selada tumbuh subur di Kampung Berseri Astra (KBA) Cengkeh Turi, Binjai Utara, Binjai, Sumut, Sabtu (10/11/2018) (akses.co/din)
Tanaman hidroponik, selada tumbuh subur di Kampung Berseri Astra (KBA) Cengkeh Turi, Binjai Utara, Binjai, Sumut, Sabtu (10/11/2018) (akses.co/din)

Tak pelak lagi, senyum ceria pun terlihat jelas di wajah ibu-ibu di lingkungan 6, Cengkeh Turi, Binjai itu, sejak Astra Internasional melalui para instruktur KBA mengenalkan tanaman hidroponik.

Hanya bermodalkan wadah pipa paralon 3 inci atau lebih yang dilubangi dan diisi air, ibu-ibu di KBA Binjai sudah bisa menanam berbagai tanaman hidroponik seperti kangkung, sawi, selada dan lainnya.

Bahkan, Sri Arita, selaku Ketua Pilar Lingkungan Hidup KBA Cengkeh Turi, Binjai, Kota Binjai ini memiliki cara menanam tanaman hidroponik yang lebih ekstrim.

Sri Arita berkreasi dengan membuat wadah tanaman hidroponik menggunakan botol bekas.

“Bahkan, suami saya yang polisi ini ikut mulung, mencarikan botol bekas untuk saya. Saya pun jadi lebih semangat lagi menanam tanaman hidroponik ini,” ungkap Sabtu (10/11/2018).

Sebagai tahap awal, Sri menanam kangkung dan sawi di halaman rumahnya. Hasilnya, Sri tidak lagi membeli sayuran di pasar, karena Sri bisa memetiknya langsung dari halaman rumahnya.

Selain tak harus mengeluarkan biaya, Sri dan keluarga pun bisa mengkonsumsi sayuran yang lebih sehat.

Ketua Pilar Lingkungan Hidup Kampung Berseri Astra (KBA) Cengkeh Turi, Binjai, Sri Arita memamerkan tanaman hidroponik di halaman rumahya di Lingkungan 6, Kelurahan Cengkeh Turi, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, Sumatera Utara, Sabtu (10/11/2018). (Akses.co/din)
Ketua Pilar Lingkungan Hidup Kampung Berseri Astra (KBA) Cengkeh Turi, Binjai, Sri Arita memamerkan tanaman hidroponik di halaman rumahya di Lingkungan 6, Kelurahan Cengkeh Turi, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, Sumatera Utara, Sabtu (10/11/2018). (Akses.co/din)

“Saya sudah pernah panen kangkug sekali dan kangkug saya tumis untuk dimakan bersama keluarga,” ungkapnya.

Sri Arita mengaku senang bisa mendapatkan pengetahuan baru tentang tanaman hidroponik dari program KBA.

Menurutnya, menanam tanaman hidroponik tidak sulit. Bila wadahnya sudah disediakan, bibit tanamannya tinggal disemaikan. Hanya butuh waktu, sekitar 45 hari, maka tanamanya bisa dipanen.

“Seperti kangkung ini, cepat kali bisa dipanen. Gak repot lah merawat tanaman hidroponik ini. Asalkan tidak lupa dikasih vitaminnya, maka tanamannya bisa tumbuh subur,” ujarnya.

Kedepannya, Sri Arita berencana akan memasarkan tanaman hidroponik itu. Mengingat, tingkat kebutuhan tanaman hidropnik sangat tinggi.

“Pastilah, bila ini berkembang, saya akan menjualnya. Itu sudah menjadi rencana kami, ibu-ibu disini dibawah asuhan Astra. Terima kasih banyak Astra. Kami, ibu-ibu disini jadi lebih kreatif,” pungkasnya.

Rahma Yetti selaku instruktur tanaman hidroponik di KBA Binjai mengungkapkan selama setahun terakhir, Syifa Hidroponik telah bekerjasama dengan Astra, melalui program KBA memberikan pelatihan kepada ibu-ibu di KBA Binjai tentang cara menanam tanaman hidroponik.

“Masyarakat disini sangat antusias mengikuti menerima teknologi hidroponik ini. Kita sudah hampir satu tahun bekerjasama dengan Astra membina masyarakat disini tentang hidroponik,” ungkapnya.

Menurutnya, tidaklah sulit menanam tanaman hidroponik. Cukup dengan menyediakan pipa atau botol plastik bekas yang sudah dilubangi, lalu pasanglah sumbu kompor atau kain flanel dan pastikan sumbu kompor atau kain flanelnya bisa menyerap air, agar bibit tanamannya bisa mendapatkan air nutrisi yang sudah diisi sebelumnya.

Selain memberikan pelatihan secara langsung dan memberikan starter kit hidroponik, Rahma Yetti mengungkapkan pihaknya juga tetap memberikan bimbingan melalui pesan What’s App.

“Untuk tahap awal ini, kami memberikan pelatihan menanam tanaman kangkung, sawi dan selada. Kedepan, akan kita berikan pelatihan menanam cabe, tomat dan tanaman buah lainnya,” ungkap wanita berhijab itu.

Untuk lebih mengisnpirasi warga, Syifa Hidroponik selalu membawa makanan hasil olahan dari tanaman hidroponik. Rahma Yetti mengungkapkan tanaman hidroponik bisa dikreasikan menjadi berbagai jenis penganan seperti kripik, kangkung rendang, nugget dan bahkan es krim.

“Permintaanya produk dari tanaman hidroponik ini cukup tinggi. Saya sendiri telah memasarkan produk hidroponik seperti kangkung rendang, es krim dan nugget ke Hotel JW Marriot dan Ucok Durian. Harga jualnya lumayan tinggi,” ungkapnya.

Kepala Lingkungan 6, Tri Suci Ariati mengungkapkan kehadiran KBA di Lingkungan 6, Kelurahan Cengkeh Turi, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, Sumatera Utara membuat banyak perubahan bagi warga. Tidak hanya dari segi ekonomi, namun juga dari segi pendidikan dan kesehatan. Lingkungan 6, Kelurahan Cengkeh Turi, Kecamatan Binjai Utara dengan jumlah 468 Kepala Keluarga (KK) dan 1308 jiwa itu sangat terbantu dengan adanya program KBA Cengkeh Turi itu.

“Astra sudah banyak kali bantu kami, saya pun bingung bilangnya,” paparnya.

Tri Suci Ariati menambahkan di bidang lingkungan, Astra Internasional memberikan bantuan di bidang lingkungan dengan membuat sarana apotik hidup dan melatih para ibu-ibu menanam tanaman hidroponik.

Warga di Lingkungan 6, Kelurahan Cengkeh Turi, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, Sumatera Utara pun rela menyediakan lahannya untuk dijadikan apotik hidup. Sebanyak 39 tanaman yang berkhasiat untuk dijadikan obat-obatan alami pun ditanam di areal apotik hidup itu diantaranya temu lawak, temu ireng, lidah buaya, daun sirih, lengkuas merah, jambu merah, jamur tiram dan lainnya. “Kami juga diajarkan menanam tanaman hidpronik seperti kangkung, sawi dan lainnya yang bisa ditanam di halaman rumah hanya menggunakan wadah air saja,” jelasnya.

Ketua KBA Cengkeh Turi, Suriya Wano mengungkapkan KBA merupakan program corporate social responsibility (CSR) Astra yang diimplementasikan kepada masyarakat dengan konsep pengembangan yang mengintegrasikan 4 pilar program CSR diantaranya pendidikan, kewirausahaan, lingkungan dan kesehatan untuk mewujudkan wilayah yang bersih, sehat, cerdas dan produktif sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah KBA.

Suryawano menambahkan KBA Cengkeh Turi, Binjai sudah mengalami banyak peningkatan. Terbukti, KBA Cengkeh Turi, Binjai sudah naik kelas, dari bintang 2 ke bintang 3. Suryawano pun menargetkan KBA Cengkeh Turi, Binjai mampu meraih bintang 5.

“Program-programnya sedang kita susun dan kita sudah tahu beberapa poin yang kurang untuk kita perbaiki, agar KBA ini bisa dapat bintang 5 itu. Masih ada dua tahun lagi untuk mengejar bintang 5 itu,” ungkapnya. (din)

Comments

Komentar