Beranda METRO 15 Juta Lebih Nasi Kotak Jemaah Haji Bisa Pecahkan Rekor Dunia

15 Juta Lebih Nasi Kotak Jemaah Haji Bisa Pecahkan Rekor Dunia

BERBAGI
Para jemaah haji Indonesia menikmati layanan katering di Tanah Suci, beberapa waktu lalu. (Foto istimewa)
Para jemaah haji Indonesia menikmati layanan katering di Tanah Suci, beberapa waktu lalu. (Foto istimewa)

akses.co – 15.251.325 kotak nasi yang disediakan untuk melayani para jemaah haji asal Indonesia selama berada di Tanah Suci bisa jadi memecahkan rekor dunia untuk kategori penyediaan layanan katering terbanyak

dengan kurun waktu selama 34 hari.

Selama berada di Tanah Suci para jemaah haji asal Indonesia yang  berjumlah  203.351 mendapatkan jatah makan sebanyak 75 kali.Dengan perincian selama di Makkah, jemaah diberi makan sehari dua kali selama 20 hari. Total 40 kali makan siang dan malam.

Di Madinah, tetap disediakan 18 kali makan, selama 9 hari, plus sarapan snack. Disediakan oleh 15 perusahaan katering. Dipantau 42 pengawas.

Di Jeddah, jamaah diberi 1 kali makan dari dua perusahaan katering. Dimonitor 10 pengawas. Di Armuzna, tersedia 16 kali makan, 3 kali sehari. Katering Armuzna dipasok 19 perusahaan, untuk 26 maktab, dan 44 maktab sisanya, diurus Muassasah.

Jemaah menyediakan makan sendiri hanya selama 5 hari, diantaranya 3 hari menjelang wukuf dan dua hari setelah Armuzna. Pada hari-hari itu, beberapa pemondokan menerima paket makanan gratis dari para dermawan, mengirim dengan mobil-mobil box.

“Jemaah haji tak perlu lagi membawa bekal makanan terlalu banyak selama di Tanah Suci. Sebab peningkatan layanan katering tahun ini sangat signifikan,” jelas Kasubdit Katering Haji, Direktorat Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenag, Abdullah Yunus, seperti dilansir di laman www.kemenag.go.id, Kamis (23/08/2018).

Tiap hari, menu makan siang dan malam, berbeda. Jenis lauk, sayuran, dan buah, dibuat variasi. Lauknya, mulai daging sapi lada hitam, ikan patin pesmol, ayam kecap cabai hijau, daging teriyaki, sampai bistik daging sapi.

Masih ditambah paket kelengkapan konsumsi. Dikemas dalam kotak plastik berisi teh, gula, kopi, sambal dan kecap botol, sendok, dan gelas. Ada lagi snack pagi yang diberikan bersama paket makan malam.

Buahnya gantian antara jeruk, apel, dan kurma. Sayurannya, dari tumis buncis wortel, tempe cabai ijo, sampai terong balado. Semua menu nusantara. Cita rasanya memang dibikin makin nikmat di lidah Indonesia.

Dalam kontrak, juru masak dan bumbu harus didatangkan dari Indonesia. Juru masak ditraining dan disertifikasi oleh ahli tata boga dari kampus pariwisata Bandung dan ahli gizi dari Rumah Sakit Haji Jakarta. Direkrut pula 142 pengawas katering di Makkah, untuk memastikan kontrak dipatuhi. (din) 

Comments

Komentar