Beranda METRO 10 Tahun Kecanduan Aroma Lem, Hasiolan Diserahkan Ibunya ke Panti Rehab

10 Tahun Kecanduan Aroma Lem, Hasiolan Diserahkan Ibunya ke Panti Rehab

BERBAGI
AKP Martualesi Sitepu memberikan arahan pada Christian Hasiolan Zebua yang ketergantungan aroma lem.
AKP Martualesi Sitepu memberikan arahan pada Christian Hasiolan Zebua yang ketergantungan aroma lem.

akses.co – Christian Hasiolan Zebua (23) warga Desa Jorlang, Kabupaten Simalungun beberapa kali sudah mengancam keselamatan ibu kandungnya, Delislana Sinaga (64). Sang anak diketahui kecanduan lem kambing.

Kapolsek Kutalimbaru AKP Martualesi Sitepu dalam keterangan persnya, Kamis (8/3/2018) meyebutkan Christian Hasiolan sudah 10 tahun kecanduan aroma lem. Selama itu yang bersangkutan mengancam keselamatan orangtuanya.

“Pada Desember 2017 lalu, saya melalukan penyuluhan narkoba pada perayaan Natal di GBI Jambur Bukit Permai. Dari penyuluhan itu ternyata ibu Deliana mendatangi kantor kita dan menjelaskan bahwa anaknya ketergantungan lem,” ujar Martualesi.

Sambung Martualesi lagi, pihaknya segera berkoordinasi dengan Panti Sosial Pamardi Putra “Insyaf” yang berada di Jalan Berdikari, Desa Lau Bakeri.

“Atas permintaan keluarga yang bersangkutan (Christian) segera kita serahkan ke panti rehab. Tentunya kita menjamin pada keluarga, bahwa tidak ada biaya sepersen pun saat yang bersangkutan berada dalam rehabilitasi,” tutur Martualesi lagi.

Dikatakan dia lagi, hal ini dilakukan semata-mata menunjukkan ke masyarakat bahwa Polri tidak hanya eksis menangani peredaran narkoba tetapi dalam hal ini Polsek Kutalimbaru dengan program unggulan mingguan “Minggu Berkat” hadir ditengah tengah masyarakat yang beribadah mengajak masyarakat berpartisipasi dalam harkamtibmas, kesadaran akan bahaya narkoba.

“Inilah menjadi contoh keberhasilan dalam memberikan kesadaran ke masyarakat sesuai Pasal 54, Pasal 55 dan Pasal 56 UU RI Nomor 35 Th 2009 tentang Narkotika, barang siapa yang melaporkan anggota keluarganya menjadi pecandu narkoba tidak dapat dihukum namun oleh pemerintah wajib memberikan rehabilitasi sosial dan medis,” tandas Martualesi. (did)

Comments

Komentar