BATUBARA

Menjelang Idul Adha, Disnakbun Batubara Cek Kondisi Kesehatan Hewan Kurban

BATUBARA, akses.co – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1442 H yang sering kali disebut dengan Hari Raya Kurban (penyembelihan hewan kurban), Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) Kabupaten Batubara sebarkan petugas Medis kesehatan hewan untuk melakukan pengecekan kondisi kesehatan hewan kurban.

Kadis Peternakan dan Perkebunan Batubara M. Ridwan, SP, M. Agr. Sc menjelaskan bahwa untuk mengecek kesehatan hewan sebelum dilakukannya penyembelihan hewan kurban pihaknya menerjunkan Dokter Hewan dan tenaga medis hewan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan agar layak untuk dikurban dan dikonsumsi masyarakat.

“Bahwasanya Dinas Peternakan dan Perkebunan Batubara setiap tahun itu ada kegiatan yang namanya Kesmavet (Kesehatan Masyarakat Veteriner) yang akan diterjunkan 7 orang Dokter Hewan dan 33 orang tenaga medik veterinat yaitu pembantu dari pada dokter hewan. Yang akan melakukan peninjauan pemeriksaan kesehatan terhadap hewan kurban,” kata Ridwan menjawab akses.co Jum’at, (16/07/2021)

Pemeriksaan tersebut akan dilaksanakan petugas medis Disnakbun pada Minggu (18/07) hingga Senin (19/07).

“Agar nantinya konsumen yang memakan daging hewan kurban tersebut benar- benar halal, baik dan higienis,” pungkasnya.

Berdasarkan pemantauan pihaknya, terkait jumlah hewan kurban lebaran haji tahun ini khususnya di Batubara terjadi pengurangan yang diakibatkan situasi Pandemi Covid-19 yang berdampak terhadap perekonian masyarakat.

Terkait data jumlah hewan kurban ditahun ini dibandingkan tahun lalu, pihaknya Disnakbun belum mengetahui pasti. Dikarenakan petugas masih melakukan pemeriksaan dan peninjauan.

“Karena hewan kurban pun belum ada masuk ke mesjid dan mushollah. Dan kurban dari Pemkab Batubara sendiri di Bagian Kesra Setda Kab Batubara yang menanganinya,” jawab Ridwan.

Untuk hasil pemeriksaan nantinya dapat dilihat sebelum dilakukan pemotongan, dan hewan tersebut nantinya sudah diberikan lebel sehat oleh Disnakbun Batubara.

Namun jika didapati hewan yang setelah diperiksa tidak sehat, Disnakbun akan merekomendasikan ternak tersebut untuk tidak dipotong.

Lembu/kambing yang tidak layak untuk disembelih nantinya akan ditangani oleh pihak Dinas untuk dilakukan perawatan. Bahkan Ridwan sendiri mengatakan akan digantikan setengahnya melalui Program dari Pemerintahan Provinsi. (firs)

close

Halo 👋
Yuk berlangganan.

Daftar sekarang untuk menerima update berita akses.co secara eksklusif via email setiap hari.

*Email anda akan dijaga kerahasiaannya.



Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Terdeteksi

Mohon maaf Adblock terseksi di Browser ini, mohon dukung akses.co untuk tetap konsisten memberikan berita terupdate dengan mengizinkan iklan untuk selalu tampil, terima kasih.