MEDAN

Memperingati Hari Ibu, Gerakan Persatuan Perempuan Kosgoro 1957 Kunjungi Tokoh Perempuan Inspiratif Sumut

MEDAN, akses.co – Dalam Memperingati Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember, Gerakan Persatuan Perempuan Kosgoro (GP2K) 1957 Sumut, melaksanakan kegiatan mengunjungi beberapa tokoh perempuan inspiratif dikalangan keluarga besar Partai Golkar.

Hal itu disampaikan, Ketua Gerakan Persatuan Perempuan Kosgoro 1957, Yanti Musyawaroh kepada wartawan, Selasa (22/12/2020) kemarin.

Yanti Musyawaroh, mengungkapkan bahwa, Gerakan Persatuan Perempuan Kosgoro (GP2K) ini adalah organisasi sayap KOSGORO 1957, yang memiliki fokus dan perhatian kepada perempuan.

“GP2K 1957 sadar akan pentingnya potensi Sumber Daya Manusia terutama kaum perempuan dalam mewujudkan pembangunan bangsa, oleh karena itu wanita Kosgoro dengan dijiwai oleh pembangunan Tri Dharma Kosgoro yakni Pengabdian, Kerakyatan, Solidaritas yang merupakan inti pedoman perjuangan Kosgoro. Memandang perlu untuk lebih berperan aktif dalam meningkatkan kualitas diri demi terwujudnya kesetaraan gender“, kata, Yanti Masyaroh, didampingi, sekretaris Rahmah Purba, bendahara, Azizun Hasibuan,SE, saat mengunjungi Dra.Hj.Darmataksiah YWR salah seorang perempuan inspiratif, Tokoh senior Partai Golkar Sumut.

Masih kata Yanti, perempuan Kosgoro harus bisa melihat dan memahami situasi saat ini terutama yang menyangkut isu-isu penting berkaitan dengan perempuan dan anak.

Diantaranya meningkatkan pemberdayaan perempuan di bidang kewirausahaan, peran penting ibu dalam pendidikan anak, menurunkan angka kekerasan pada perempuan dan anak serta menurunkan tingkat pernikahan diusia dini pada anak.

“Ini fokus kita, dan harapannya peran wanita bisa lebih terangkat,”ujar Yanti menambahkan.

Sementara itu, mantan ketua UMKM Medan, Fivi Damiri, yang didaulat sebagai salah seorang perempuan inspiratif Sumut tahun ini mengungkapkan, peran perempuan saat ini jauh lebih banyak dan menantang.

Sebagai anggota masyarakat, saat seorang perempuan melihat lingkungannya mengalami gangguan stabilitas atau terkena penyakit, maka ia akan bergerak mencari jalan penanggulangannya.

“Tak sedikit perempuan yang harus menggantikan fungsi suami dalam mencari nafkah, selain itu kemajuan teknologi gadget juga mengharuskan perempuan, khususnya ibu untuk lebih extra dalam memberikan perhatian ke keluarga. Sudah tak terhitung sekarang ini, berapa anak yang rusak karena gadget; pornografi dan game online, yang buat kita benar- benar miris,”kata produsen Jus Daun Sirih ini.

Sambung Fivi lagi, perempuan dituntut untuk bisa menjadi tauladan bagi sebuah generasi, sehingga harus dipersiapkan secara matang untuk menuju suatu perubahan. Perempuan tidak akan bisa mengurus rumah tangga atau masyarakat jika pengetahuan intelektual dan etika yang dimilikinya tidak memadai.

“Jadi kaum perempuan harus mendapatkan perhatian yang besar dan harus ditempatkan pada posisi yang terhormat”, kata Fivi, tutupnya mengakhiri. (Han)

close

Halo 👋
Yuk berlangganan.

Daftar sekarang untuk menerima update berita akses.co secara eksklusif via email setiap hari.

*Email anda akan dijaga kerahasiaannya.



Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Terdeteksi

Mohon maaf Adblock terseksi di Browser ini, mohon dukung akses.co untuk tetap konsisten memberikan berita terupdate dengan mengizinkan iklan untuk selalu tampil, terima kasih.