SUMUT

Mata Berkaca-Kaca !! Dua Tahun Numpang, Pasangan Lansia Ini Harapkan Perhatian Pemerintah

SINGKIL, akses.co – Setidaknya sudah 2 tahun Pak Jainudin dan Buk Abidah, pasangan lansia warga Lae Butar, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, Aceh ini bertahan hidup di bawah atap rumah yang ditumpangi mereka dari salah seorang dermawan.

Hari ini, Sabtu (24/10/2020) media akses.co biro Aceh Singkil mendatangi kediaman mereka untuk melihat suasana kehidupan sehari-hari pasangan lansia itu.

Sungguh menyedihkan, kehidupan pasangan lansia tersebut sangat jauh dari kata layak. Didalam rumah yang sangat sempit itu mereka paksakan bertahan dengan kesederhaan.

Kepada media ini, dengan mata yang terlihat mulai berkaca – kaca mereka perlahan – lahan menceritakan kegelisahan dan kekhawatirannya dengan keadaan mereka. Di balik usia yang mulai menyenja, pasangan suami istri itu tetap banting tulang untuk bisa bertahan hidup hari demi hari.

“Disini saya menanam tebu, lahan orang yang dipinjamkan” Kata Pak Jainudin.

Masa sekarang bisa lah kita lihat tebunya ada yang panjang, tapi entah kapan nanti ini diminta balik kami harus bagaimana, gak bisa bertahan, Curhatnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan hasil sehari – hari jangankan ada 100.000 terkadang 5.000 pun payah laku.

Kadang juga untuk kebutuhan hidup, kadang kita di kasih adek, dan kadang – kadang juga ada beberapa orang yang mau membantu, sebutnya.

Dirumah ini kita sudah 2 tahun, selama itu kalau diharapkan kali dari tebu ini tidak ada, palingan waktu puasalah yang agak lumayan, jelaskannya.

Sungguh menyedihkan, saat wartawan mencoba bertanya terkait susunan papan yang beratapkan dedaunan sawit juga berkasur dan berdindingkan kelambu yang berada di tengah perkebunan tebu, Pak Jainudin mengatakan itu tempat sholat beliau.

“Ini tempat sholat, kadang terlambat ke masjid ya sholat disini, ngaji disini”, Katanya.

Kadang kalau pas ada tamu atau adik yang datang kerumah dan nginap, ya saya tidur disini karena rumah tidak muat, Imbuhnya.

Ketika ditanya berapa orang yang harus di tanggungnya. “Ada anak 1 yang harus ditanggung dan 1 orang cucu, kemudian saya dan istri”, jawabnya.

Disamping itu, Istri Pak Jainudin Buk Abidah berharap kalau bisa ada perhatian dan bantuan pemerintah terhadap keluarganya.

Kami hidup menumpang – numpang dan umur semakin tua, kata Buk Abidah.

“Untuk kedepan tidak tahu lah entah bagaimana nanti, kami berharap kalau memang bisa ada bantuan dari pemerintah”, Harapkannya.

Saat ditanya bantuan dalam segi apa yang paling dibutuhkan oleh keluarganya. “Kalau memang bisa entah ada bantuan rumah kecil”, Jawabnya. (SM)

Comments
To Top