BATUBARA

Masyarakat Nibung Hangus Keluhkan Sikap Pegawai Puskesmas Ujung Kubu Atas Pelayanan Cek Covid-19

BATUBARA, akses.co – Dikarenakan kontak langsung dengan pasien positif Covid-19, salah seorang masyarakat Kecamatan Nibung Hangus Kabupaten Batubara inisial SH (28) secara mandiri mendatangi puskesmas Ujung Kubu untuk melakukan Swab Antigen. Sabtu, (26/06/2021) sekira pukul 10.00 Wib.

Dikatakan SH bahwa sebelumnya sudah konfirmasi kepada salah satu pegawai Puskesmas inisial RT bahwa ingin melakukan swab dihari jumat 25 juni 2021 lalu, namun dikarenakan petugas lab yang melakukan swab tidak ada di tempat, maka swab dilakukan dihari sabtu.

Setibanya di puskesmas, SH mendatangi posko Vaksin untuk bertanya dimana melakukan swab, dan salah satu pegawai mengarahkan ke ruangan Lab Puskesmas dan diarahkan untuk menemui petugas Lab yang bernama Yessica.

SH langsung menuju ke ruangan Lab dan menanyakan kepada pegawai yang ada di ruangan itu mana yang bernama yessica, dan petugas swab yang bernama yessica keluar dan menanyakan perihal apa saya menemui dia.

SH menjelaskan bahwa tujuannya ingin vaksin, dikarenakan kontak langsung dengan penderita Covid-19.

Namun tanggapan dari Yessica kurang mengenakkan, dan mulai berbicara dengan nada ketus sambil menjelaskan bahwa dia belum menerima data pasien Covid-19 untuk Kabupaten Batubara.

“Namun saya disuruh menunggu seperti tidak ada kepastian akan dilakukan swab atau tidak,” keluh SH.

Namun SH sebagai masyarakat yang sudah secara kooperatif datang secara mandiri untuk melakukan swab merasa bahwa sudah seharusnya seorang yang pernah melakukan kontak langsung dengan pasien positif Covid-19 langsung ditangani.

Apalagi SH menjelaskan bahwa info yang dijelaskan valid bahwa pasien Covid-19 tersebut sedang dalam penanganan di salah satu Rumah Sakit Swasta di Kota Medan.

Kemudian yessica juga secara terang terangan merendahkan SH lewat penampilan, sebab SH datang ke puskesmas hanya menggunakan baju kaos dan celana pendek yang menurut sepengetahuan SH, itu tidak menjadi masalah sebab SH merupakan masyarakat yang membutuhkan layanan di Puskesmas tersebut.

SH juga menceritakan bahwa sempat juga Yessica membentak SH sambil berkata “Heh” dan marah marah dengan intonasi yang tinggi.

Hingga akhirnya petugas yang memegang data pasien positif Covid-19 (RT) datang dan menjelaskan bahwa apa yang disampaikan SH benar, bahwa ada pasien Covid-19 yang disebutkan SH sudah terdaftar.

Kemudian SH di swab antigen dan menunggu sekitar 15 menit sampai akhirnya hasilnya keluar dan dinyatakan Negatif.

Namun SH sebagai masyarakat yang meminta layanan kesehatan merasa dilecehkan oleh Yessica sebab penampilan SH dianggap tidak sesuai dengan yang yessica inginkan dan mempertanyakan ‘apakah memang begitu layanan dibagikan lab puskesmas Ujung kubu, dimana masyarakat yang berpenampilan sederhana akan dilecehkan,’ tanyanya.

Atas kejadian tersebut SH menunggu permintaan maaf dari Yessica namun hingga saat ini dari yang bersangkutan tidak ada i’tikad baik untuk meminta maaf. (firs)

close

Halo 👋
Yuk berlangganan.

Daftar sekarang untuk menerima update berita akses.co secara eksklusif via email setiap hari.

*Email anda akan dijaga kerahasiaannya.



Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Terdeteksi

Mohon maaf Adblock terseksi di Browser ini, mohon dukung akses.co untuk tetap konsisten memberikan berita terupdate dengan mengizinkan iklan untuk selalu tampil, terima kasih.