BATUBARA

Masyarakat Dihebohkan Sebuah Rumah Lantainya Mengandung Uap Panas

BATUBARA, akses.co – Masyarakat disekitaran Kecamatan Talawi-Tanjung Tiram Kabupaten Batubara dihebohkan dengan sebuah rumah milik Dedi (35) di dusun VIII Jlan Perintis Kemerdekaan Desa Indrayaman Kecamatan Talawi yang mengandung uap panas yang keluar dari lantai rumah.

Terlihat pada Jum’at malam (03/09/2021) sekira pukul 20.30 Wib sejumlah masyarakat setempat dan pengguna jalan yang melintas berbondong bondong ingin melihat kejadian venomenal ini.

Namun sayangnya uap panas yang dirasakan pemilik rumah 3 hari belakangan ini belum diketahui pasti apa penyebabnya.

Uniknya, beberapa warga yang sempat melihat kedalam rumah menduga uapan panas tersebut mengandung Gas, dan ada pula yang menduga Batu Bara, dan minyak.

Sementara itu Dedi sang pemilik rumah mengungkapkan kejadian uap panas yang dirasakan sudah tiga hari lamanya.

Anehnya puncak uapan panas yang dapat dirasakan hingga 30 cm itu kata Dedi, semakin meningkat terutama pada malam ini saat sudah hebah kabarnya kemasyarakat setempat.

Dengan merasakan kejanggalan peristiwa yang jarang ini Dedi sempat meminta kepada pihak PLN Rayon Tanjung Tiram untuk mengecek kondisi listrik dirumahnya.

Karena takut untuk mendiami rumahnya, Dedi langsung meminta pihak Polisi setempat yakni Polsek Labuhan Ruku untuk memasang Police Line (garis polisi) sebelum didapati apa penyebab uap panas tersebut.

Atas peristiwa ini sekitaran Tanjung Tiram-Talawi dihantui rasa penasaran sehingga berdatangan dan memadati untuk melihat lokasi rumah mengandung uap panas tersebut.

Sementara itu Muslim Kepala Dusun VIII Desa Indra Yaman mengatakan bahwa, kejadian tersebut sudah di ketahui Kepala Desa nya, Camat, Tanjung Tiram, pihak BPBD, dan PLN.

“Besok secepatnya pihak tersebut akan memeriksa, melakukan identifikasi TKP bang,” sebutnya.

Bahkan kata Muslim saat be bincang dengan Dedi, pihaknya sudah mencoba melakukan Eksperimen dengan memanaskan air kedalam sebuah wadah yang hasilnya Air tersebut hampir mendidih.

“Tadi bang kami melakukan eksperimen, dengan mencoba memanaskan air dalam wajan, hasilnya dalam waktu 2O menit air terasa panas kuku,” terang Kadus.

Selain itu Muslim juga menjelaskan bahwa pihaknya belum berani mengambil sikap untuk memecahkan lantai yang panas untuk mengetahui apa penyebabnya.

Karena takut terjadi hal yang tak di inginkan, sehingga pihak Kepolisian setempat memberikan pembatas rumah (Police Line) yang juga berguna agar selain pemilik rumah tidak memasuki areal tersebut.

Polisi yang berada di TKP usai memberikan Police Line saat dimintai keterangannya belum dapat memberikan tanggapan atas peristiwa tersebut sebelum pihaknya dan instansi terkait melakukan identifikasi TKP. (firs)

close

Halo ­čĹő
Yuk berlangganan.

Daftar sekarang untuk menerima update berita akses.co secara eksklusif via email setiap hari.

*Email anda akan dijaga kerahasiaannya.



Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Terdeteksi

Mohon maaf Adblock terseksi di Browser ini, mohon dukung akses.co untuk tetap konsisten memberikan berita terupdate dengan mengizinkan iklan untuk selalu tampil, terima kasih.