NEWS

Makan Gaji Buta, Kadis Lingkungan Hidup Sumut abaikan Limbah di sekitar Pondok Pesantren

MEDAN, akses.co – Kepala Dinas lingkungan hidup Provinsi Sumatera Utara binsar Situmorang di duga makan gaji buta karena terkesan malas dan tidak beraksi atas kejahatan yang dilakukan oleh CV happy bulu. Pasalnya, limbah bulu ayam sudah mencemari lingkungan sekitar Pondok Pesantren bahkan sudah meresahkan warga pasar IX marelan.

Hal tersebut bermula dari hasil investigasi DPD LSM PERKARA atas laporan warga pasar IX Mareelan yang kerap kali mencium bau tidak sedap dari kegiatan CV happy Bulu dalam mengelola bulu ayam. Namun limbahnya tidak diurus dan menyengat sampai ke lingkungan warga sekitar.

Ronal Hutapea S.H, selalu ketua badan investigasi LSM PERKARA mengatakan, tempat pengelolaan (penjemuran) limbah bulu ayam yang aromanya sangat menyengat Ini sudah jelas melakukan pencemaran udara di lingkungan tersebut.

“Karena bulu ayam yang di kelola (dijemur) ditempat tersebut sangat lah banyak, sehingga bau nya juga sudah meresakan masyarakat bahkan masyarakat sering mual karena bau dari limbah ini, dan ini jelas jelas sudah melanggar UU pencemaran lingkungan dan dapat di Pidanakan”ucap Ronald.

Sementara itu, Sekretaris daerah LSM PERKARA SUMUT Hasler Marbun mengganggap ini sudah menjadi permasalahan serius dan tidak bisa dibiarkan .

“Untuk itu, maka kadis lingkungan hidup harus segera mundur, karena dianggap tidak mampu. Pun kami akan menindaklanjuti permasalahan ini sampai ke Gubernur dan DPRD Provinsi Sumatera Utara, bahkan sampai ke kementerian lingkungan hidup,” tegas Hasler Marbun.(sad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lihat Juga
Close
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker