NEWS

Mahasiswa Tuding Bupati Deliserdang Ternak Kadis Berkinerja Buruk

Deliserdang, akses.co – Mahasiswa dari berbagai kampus yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Dan Mahasiswa Peduli Kesehatan (AMMPK) Sumut, Selasa (28/7), kembali melakukan aksi demo untuk mendesak Bupati Deliserdang mencopot Kadis Kesehatan.

Massa dari AMMPK melakukan aksi di depan Kantor Bupati untuk ketiga kalinya. Aksi ini juga membawa poster dan spanduk dengan tulisan “Copot Kadis Kesehatan Deliserdang”.

Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Deliserdang, Hendra Boang Manalu, menjelaskan bahwasanya mereka sudah kali ketiga melakukan aksi. Pertama dilakukan di Pengadilan Negeri Lubupakam dan dua kali di Kantor Bupati Deliserdang.

Namun katanya, walaupun sudah sebanyak tiga kali melakukan aksi tapi Bupati Deliserdang tidak ada merespon, untuk itu mereka memberikan tintah merah atas kelambanan kinerja Bupati Deliserdang menyikapi kasus korban kemanusiaan di Puskesmas Tanjung Rejo.

“Minggu lalu Seketaris Dinas Kesehatan berjanji agar kami bisa beraudiensi dengan Bupati Deliserdang. Hari ini kami menagih janji itu, tapi tidak juga ada kejelasannya,” katanya.

Hendra pun tetap mendesak Bupati Deliserdang segera pecat Kadis Kesehatan yang terkesan acuh akan permasalahan hilangnya nyawa Alm. Sugiono yang disebabkan karena penolakan di Puskesmas Tanjung Rejo.

Tidak itu saja terhadap Kepala Puskemas Tanjung Rejo, sebut Hendra mereka juga meminta Bupati Deliserdang untuk dicopot. Bahkan pihak penegak hukum juga diminta untuk mengadili Kepala Puskemas Tanjung Rejo karena telah lalai dalam melaksanakan tugas-tugasnya.

Sementara itu peserta aksi Irham Rambe menyebutkan ketika mereka melakukan aksi pada Selasa (21/7) mereka diterima Seketaris Dinas Kesehatan untuk menampung aspirasi dengan berjanji untuk di pertemukan dengan Bupati Deliserdang.

“Jadi saat itu kami melakukan aksi ada pihak Pemkab Deliserdang datang dengan menyampaikan untuk segera mungkin mempertemukan kita dengan Bupati Deliserdang untuk merespon secara langsung tuntutan kita,” katanya.

“Tapi walaupun surat sudah kita layangkan pihak Pemkab yang mendatangi waktu itu, kami hubungi hingga detik ini tidak ada respon,” tambah Irham.

Untuk itu, lanjut Irham mereka merasa dibohongi oleh Pemerintah Kabupaten Deliserdang karena tidak serius untuk menyelesaikan tuntutan mereka.

“Jadi kami hadir disini agar secepatnya Bupati Deliserdang untuk mencopot Kadis Kesehatan Deliserdang, karena dia sebagai pimpinan tertinggi pelayan fasilitas Kesehatan Deliserdang. Sampai saat ini juga tidak ada memberikan respon yang baik. Bahkan sedikitpun kepada pihak keluarga korban tidak ada meminta maaf,” tandasnya.

Sebelumnya, massa AMMPK Sumut menggelar aksi demo menuntut penegak hukum untuk mengusut tuntas penolakan pelayanan kesehatan yang berujung kematian, dengan meminta Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Lubupakam memberikan rasa keadilan hingga meminta Bupati Deliserdang mencopot Kadis Kesehatan Deliserdang.

Kemudian pada Selasa (21/7) AMMPK melakukan aksinya di depan Kantor Bupati Deliserdang dan melanjutkan ke DPRD Deliserdang. Saat itu Seketaris Dinas Kesehatan Deliserdang dr Herri Kurnia saat menampung aspirasi mengatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti. “Jadi kami dari pihak Dinas Kesehatan saya Seketaris Dinas Kesehatan dr Herri Kurnia mudah mudahan kami nanti akan menindaklanjuti laporan adek-adek sekalian,” katanya.

Sebagai informasi kasus ini berangkat dari kejadian pada tanggal 9 April 2020 atas dugaan penolakan pelayanan kesehatan terhadap almarhum Sugiono di Puskesmas Tanjung Rejo Kecamatan Percut Seituan yang mengakibatkan meninggal dunia. (Manahan. D)

Comments
To Top