SINGKIL

Mahasiswa Sayangkan Pernyataan Wabup Terkait Warga Miskin, Tak Etis Wakil Bupati Ngomong Gitu

SINGKIL, akses.co – Seorang Mahasiswa Asal Aceh Singkil, Jakirun, yang sedang mengenyam study-nya di Kota Medan, Sumatera Utara menyayangkan pernyataan Wakil Bupati Aceh Singkil Sazali,S.Sos terkait masyarakat miskin.

Dirinya menilai seorang Wakil Bupati Aceh Singkil tidak etis berbicara bahwa terdapat orang – orang yang suka memiskinkan diri dan senang dikatakan miskin.

“Beliau mengatakan ada sejumlah persoalan yang menjadikan Aceh Singkil menjadi daerah yang sulit untuk maju dan berkembang”, Kata Jakirun kepada media ini, Kamis (25/2/2021).

Salah satunya, tambahnya, dikarenakan karakter masyarakat yang masih sulit menerima perubahan, dan terdapat orang-orang yang suka memiskinkan diri sendiri dan senang dikatakan miskin.

Jakirun menyebutkan, pernyataan tersebut sangatlah tidak baik atau tidak etis untuk diucapkan oleh seorang Wakil Bupati.

“Tak etis Wakil Bupati ngomong gitu”, tegasnya.

Jakirun menilai pernyataan itu terkesan menyalahkan masyarakat sebagai penyebab utama Aceh Singkil ini menjadi Kabupaten termiskin di provinsi Aceh.

“Seharusnya sebagai seorang Wakil Bupati berkaca dulu, apa yang sudah diperbuat untuk mensejahterakan masyarakat Aceh Singkil”, Ingatkan Jakirun.

Dilanjutkannya, bukan malah mengeluarkan pernyataan yang menyalahkan masyarakat.

Ia melanjutkan, maju mundur nya suatu daerah tidak terlepas dari kebijakan yang dijalankan para pemimpinnya, tidak terkecuali dengan Aceh Singkil.

“Jadi Kabupaten Aceh Singkil menjadi kabupaten termiskin di provinsi Aceh adalah bentuk kegagalan kerja Bupati dan Wakil Bupati dalam menjalankan amanah rakyat”, tutur Jakirun.

Selain itu, Jakirun kemudian mengingatkan sebagai seorang wakil Bupati, bapak Sazali seharusnya berani mengakui bahwa kebijakan-kebijakan yang dijalankan belum bisa mengangkat Aceh Singkil dari daerah miskin.

Seandainya, sambung Jakirun, misalnya bapak Sazali orang yang bijak dan cerdas, beliau akan meminta maaf kepada masyarakat Aceh Singkil atas prestasi yang memalukan tersebut.

“Bukan malah menyalahkan orang lain atas kegagalan kinerjanya mereka”, pungkasnya.

Dikutip dari BERITAKINI.CO, diberitakan sebelumnya, ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Aceh Singkil, Sazali tak sepenuhnya percaya dengan data tersebut.

“Mungkin ada yang tercecer atau ada jawaban yang kurang jujur,” katanya, Rabu (24/2/2021) lewat telepon seluler.

Terkadang, kata dia, ketidakjujuran pada proses pengisian data, terdapat orang-orang yang suka memiskinkan diri dan senang dikatakan miskin.

“Itu sudah menjadi budaya di daerah kita. Motivasinya agar dapat bantuan,” kata Sazali yang juga wakil bupati Aceh Singkil ini.

Padahal, lanjut dia, kalau dilihat di lapangan, rata-rata mereka memiliki kendaraan bermotornya, punya televisi, kebun kelapa sawit, kemudian rumahnya semi permanen.

“Setiap sepeda motor masuk ke Aceh Singkil, satu truk, dalam hitungan empat hari ludes dibeli masyakarat, ini salah satu indikator bahwa masyakarat Aceh Singkil ini tidak miskin,” katanya.

Meski demikian, kata dia, masyarakat miskin di Aceh Singkil memang ada, namun wilayah tertentu.

“Misalnya di Kecamatan Singkil kemudian di Kecamatan Singkil Utara, Kecamatan Gunung Meriah, Simpang Kanan, dan beberapa desa di kecamatan lainnya,” beber Sazali.

Intinya, kata Sazali, diperlukan pendataan ulang dengan kejujuran.

“Perlu dilakukan peninjauan kembali dengan data cermat sehingga menghasilkan data yang akurat,” katanya.

Di sisi lain, Sazali juga tak menampik bahwa anggaran yang tersedia untuk menjalankan program pengentasan kemiskinan kurang maksimal.

“Menurut saya memang kurang maksimal, dikarenakan Aceh Singkil kurang fokus untuk itu dikarenakan pendataan belum akurat,” katanya lagi. (S.Munthe)



Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Back to top button

Adblock Terdeteksi

Mohon maaf Adblock terseksi di Browser ini, mohon dukung akses.co untuk tetap konsisten memberikan berita terupdate dengan mengizinkan iklan untuk selalu tampil, terima kasih.